Trump dan Presiden Yaman Bahas Houthi, AS Tak Janjikan Dukungan Militer



KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Yaman Rashad al-Alimi pada hari Minggu (20/9), menurut empat orang yang mengetahui masalah tersebut untuk membahas pergerakan kelompok Houthi. 

Melansir dari Reuters, Alimi meminta dukungan AS dalam perjuangan melawan Houthi, yang bulan ini merebut wilayah-wilayah penting di sepanjang Selat Bab al-Mandeb melalui serangan kilat.

Baca Juga: Denmark Sebut NATO Berperan dalam Keamanan Arktik lewat Kesepakatan Greenland


Dua dari sumber tersebut, satu dari Yaman dan satu lagi dari Barat mengatakan bahwa Trump tidak memberikan janji langsung mengenai dukungan militer selama pembicaraan tersebut.

Gedung Putih dan menteri informasi Yaman tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Trump pernah menyatakan secara terbuka bahwa AS menjalin kontak dengan Houthi dan bahwa kelompok tersebut mengatakan tidak akan menargetkan kapal-kapal AS. AS telah menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris.

Trump juga telah menolak permintaan Arab Saudi untuk memberikan dukungan militer guna melawan Houthi, sebagaimana dilaporkan Reuters sebelumnya.

Baca Juga: Paus Leo Siapkan 50 Agenda dalam Lawatan 11 Hari ke Amerika Selatan