Trump: Iran Harus Menanggung Akibat karena Terlalu Lama Negosiasi



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (10/6) mengatakan Teheran membutuhkan waktu terlalu lama untuk menegosiasikan kesepakatan dan sekarang "harus menanggung akibatnya" setelah Iran dan Amerika Serikat saling menyerang di wilayah tersebut di tengah upaya yang dilaporkan untuk melanjutkan perundingan.

"Iran hanya bicara dan tidak ada tindakan," tulis Trump dalam unggahan di media sosial. "Mereka membutuhkan waktu terlalu lama untuk menegosiasikan kesepakatan yang akan menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar akibatnya!!!"

Trump, dalam wawancaranya dengan Fox News, mengatakan bahwa ia hampir memerintahkan serangan baru yang menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Teheran tidak mau menandatangani perjanjian.


Baca Juga: TMTG dan TAE Urungkan Pemisahan Truth Social dari Aset Media Lainnya

Komentar tersebut muncul ketika seorang pejabat yang mengetahui situasi tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa perunding Qatar melakukan perjalanan ke Teheran pada Rabu pagi dalam upaya untuk menyelesaikan perjanjian, setelah berkonsultasi dengan Amerika Serikat.

Dalam beberapa minggu terakhir, presiden dari Partai Republik itu telah berganti-ganti antara peringatan publik dan optimisme bahwa kesepakatan akan segera tercapai.

Pernyataan terbarunya menghidupkan kembali ancaman untuk menyerang infrastruktur Iran yang menurut para ahli hukum internasional meningkatkan kekhawatiran hak asasi manusia ketika pernyataan tersebut pertama kali disampaikan pada bulan Maret.

Ketika ditanya tentang serangan terbaru Iran pada hari Rabu terhadap pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain sebagai pembalasan atas serangan Amerika terhadap sasaran-sasaran Iran di sekitar Selat Hormuz, Trump mengatakan kepada Fox bahwa Iran memiliki peluang untuk menandatangani perjanjian dan bertahan. Menurut jaringan tersebut, Trump juga mengatakan bahwa ia mungkin akan terus melakukan serangan lebih banyak mengingat lambatnya laju negosiasi.

Pembicaraan tersebut difokuskan untuk menghasilkan sebuah kerangka kerja guna menghentikan perang, meredakan ketegangan di Selat Hormuz, dan memungkinkan negosiasi lebih lanjut mengenai berbagai isu, termasuk program nuklir Teheran.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai unggahan Trump maupun laporan yang menyebut adanya konsultasi dan perjalanan para negosiator.

Baca Juga: Bursa Global Melemah dan Harga Minyak Menguat di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran