KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menyampaikan kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa tidak ada rencana untuk mengenakan tarif, pungutan, maupun biaya tambahan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Rabu (24/6/2026), di tengah upaya kedua negara melanjutkan negosiasi perdamaian pascakesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani pekan lalu untuk mengakhiri konflik.
Baca Juga: Manufaktur AS Mulai Lesu, PHK Tercepat Sejak Pandemi "Iran telah menginformasikan kepada AS bahwa, terlepas dari laporan media yang menyebut sebaliknya, tidak ada tarif, biaya asuransi, atau pungutan apa pun yang diminta maupun diterima Iran dari kapal yang melintasi Selat Hormuz," tulis Trump melalui media sosialnya. Trump menegaskan bahwa jika informasi yang disampaikan Iran tersebut ternyata tidak benar, maka proses negosiasi akan segera dihentikan. "Jika informasi ini salah, negosiasi akan berakhir seketika," tambahnya. Pernyataan tersebut muncul setelah beredarnya spekulasi bahwa Iran berpotensi mengenakan biaya tambahan terhadap kapal-kapal yang menggunakan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia yang menjadi jalur transit sekitar seperlima perdagangan minyak global. AS dan Iran baru saja menyelesaikan putaran pertama perundingan di Swiss pada Senin lalu. Namun, kedua pihak masih menyampaikan narasi yang berbeda terkait sejumlah isu penting dalam kesepakatan, termasuk insentif ekonomi untuk Iran, pengelolaan Selat Hormuz, serta konflik yang melibatkan Israel di Lebanon.
Baca Juga: Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Bertambah Kesepakatan tersebut juga menghadapi tekanan politik di dalam negeri AS. Trump mendapat kritik dari sejumlah kalangan, termasuk kelompok konservatif garis keras di Partai Republik, yang menilai kesepakatan dengan Iran terlalu lunak. Bagi pasar energi global, kepastian bahwa tidak ada pungutan tambahan di Selat Hormuz berpotensi meredakan kekhawatiran pelaku pasar mengenai kenaikan biaya pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk. Sentimen tersebut dapat membantu menjaga kelancaran arus perdagangan energi global dan mengurangi tekanan terhadap harga minyak dunia.