Trump: Iran Tidak Boleh Memiliki Senjata Nuklir!



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir di tengah minimnya kemajuan dalam upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

"Tujuan utamanya adalah, dan akan selalu demikian, bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk atau cara apa pun," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Sebelumnya, pembicaraan AS dan Iran masih tertahan. Di mana, pada akhir pekan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, Iran belum memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat.


Sedangkan, Trump juga mendesak warga Amerika untuk menerima harga bensin yang sedikit lebih tinggi sementara konflik terus berlanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan, pembicaraan dengan Oman terus berlanjut dan memakan waktu lama karena kompleksitas permasalahan, keterlibatan berbagai aktor dan negara yang berupaya melemahkan proses tersebut.

Baca Juga: Penyelesaian Konflik Timur Tengah Masih Samar, Harga Minyak Naik

“Pengiriman melalui Selat Hormuz masih dibatasi, dan negosiasi telah menemui jalan buntu, yang keduanya membatasi potensi penurunan lebih lanjut,” kata Frank Walbaum, analis pasar di platform perdagangan Naga.com.

“Dengan tidak adanya katalis baru, harga minyak dapat terus berkonsolidasi di sekitar level saat ini.”

Pengiriman melalui Selat Hormuz melambat selama akhir pekan, data menunjukkan pada hari Senin, menyusul serangan terhadap kapal tanker.

Lima kapal komoditas transit di selat tersebut pada hari Sabtu, dan tidak ada satupun yang terdaftar pada hari Minggu, menurut data pelacakan kapal dari Kpler, dibandingkan dengan 31 kapal pada akhir pekan sebelumnya.

Sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari, selat ini menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global.