Trump: Israel Tidak Pernah Membujuk Saya untuk Berperang dengan Iran



KONTAN.CO.ID - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran bukan dipengaruhi oleh Israel, di tengah laporan media yang menyebut adanya peran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam mendorong langkah tersebut.

Dalam unggahan di media sosial Truth Social pada Senin (20/42026), Trump menyatakan bahwa serangan terhadap Iran didasarkan pada pandangan pribadinya yang telah lama dipegang.

Baca Juga: Saham Marvell Naik Pasca Laporan Kesepakatan Pengembangan Chip AI dengan Google


“Israel tidak pernah membujuk saya untuk berperang dengan Iran. Hasil dari 7 Oktober, ditambah keyakinan saya sejak lama bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, itulah alasannya,” tulis Trump.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta kritik dari sejumlah kalangan, termasuk komentator sayap kanan, yang mempertanyakan motif di balik kebijakan Washington.

Trump juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan Iran, khususnya jika terjadi perubahan kepemimpinan di negara tersebut.

Ia menyebut hasil dari konflik ini akan “luar biasa” dan membuka peluang bagi Iran untuk menjadi negara yang lebih makmur.

Baca Juga: Perang Iran Telah Mengungkap Titik Lemah Trump, Apa Saja?

Pernyataan tersebut disampaikan saat Amerika Serikat bersiap melanjutkan pembicaraan dengan Iran di Islamabad, meskipun hingga kini Teheran belum memastikan partisipasinya dalam perundingan lanjutan tersebut.

Situasi ini semakin menambah ketidakpastian terhadap prospek gencatan senjata yang masih rapuh, sekaligus memperbesar risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.