KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (17/2/2026) mengumumkan tiga proyek investasi senilai total US$36 miliar yang didanai oleh Jepang. Proyek tersebut mencakup fasilitas ekspor minyak di Texas, pembangkit listrik tenaga gas alam di Ohio, serta pabrik berlian industri sintetis di Georgia. Pengumuman ini menjadi realisasi awal dari komitmen investasi Jepang senilai US$550 miliar di Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan dagang terbaru antara kedua negara. Dalam perjanjian tersebut, tarif impor produk Jepang ke AS dipangkas menjadi 15%. Presiden Trump menyampaikan pengumuman tersebut melalui platform Truth Social, meski tidak merinci secara mendalam struktur pendanaan masing-masing proyek.
Pembangkit Listrik Gas Alam Terbesar di AS
Menteri Perdagangan Howard Lutnick menyatakan bahwa proyek terbesar berada di Portsmouth, Ohio, dengan nilai investasi mencapai US$33 miliar. Pembangkit listrik tenaga gas alam ini disebut akan menjadi fasilitas pembangkit berbahan bakar gas terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 9,2 gigawatt listrik per tahun—cukup untuk memasok seluruh kebutuhan rumah tangga di negara bagian Ohio. Proyek ini akan dioperasikan oleh SB Energy, anak usaha dari SoftBank Group, perusahaan investasi teknologi asal Jepang.
Baca Juga: Trump Luncurkan Rencana Kebangkitan Industri Kapal AS dan Infrastruktur Maritim Peningkatan kapasitas baseload listrik ini dinilai strategis, terutama di tengah lonjakan permintaan energi dari pusat data (data center) yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Fasilitas Ekspor Minyak Texas GulfLink
Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Jepang akan berinvestasi dalam proyek Texas GulfLink, fasilitas ekspor minyak mentah laut dalam senilai US$2,1 miliar yang berlokasi di lepas pantai Texas. Menurut Lutnick, proyek ini diperkirakan mampu menghasilkan ekspor minyak mentah AS senilai US$20–30 miliar per tahun. Selain memperkuat kapasitas ekspor kilang domestik, fasilitas ini juga diyakini akan semakin mengukuhkan posisi Amerika Serikat sebagai pemasok energi terbesar di dunia. Proyek Texas GulfLink dikembangkan oleh Sentinel Midstream, yang menyatakan merasa terhormat menjadi mitra terpercaya Departemen Perdagangan AS dan Pemerintah Jepang dalam inisiatif ini. Meski Presiden Trump sempat menyebut adanya proyek gas alam cair (LNG) dalam investasi Texas, pernyataan resmi Menteri Perdagangan dan lembar fakta Gedung Putih tidak secara eksplisit mencantumkan proyek LNG tersebut.
Pabrik Berlian Sintetis Kurangi Ketergantungan pada China
Proyek ketiga berlokasi di Georgia, berupa pabrik manufaktur berlian industri sintetis bertekanan tinggi senilai sekitar US$600 juta. Fasilitas ini akan dioperasikan oleh Element Six, unit usaha dari De Beers Group, produsen berlian terbesar di dunia. Pabrik ini ditargetkan mampu memenuhi 100% kebutuhan domestik AS untuk grit berlian sintetis—material penting dalam manufaktur canggih dan produksi semikonduktor. Saat ini, Amerika Serikat masih sangat bergantung pada pasokan dari China untuk komoditas tersebut.
Baca Juga: Inflasi AS Naik Lebih Lambat pada Januari, The Fed Berpeluang Tahan Suku Bunga Investasi ini dinilai strategis dalam memperkuat rantai pasok industri teknologi tinggi AS sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing.
Skema Pembagian Keuntungan dan Negosiasi Tarif
Belum jelas berapa porsi pendanaan langsung yang akan berasal dari entitas Jepang serta ketentuan pembiayaan detail lainnya. Namun, berdasarkan kesepakatan sebelumnya antara AS dan Jepang, keuntungan proyek akan dibagi 50:50 hingga biaya investasi awal Jepang kembali. Setelah itu, pembagian keuntungan akan berubah menjadi 90% untuk AS dan 10% untuk Jepang. Pengumuman ini menyusul pertemuan antara Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Menteri Ekonomi serta Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa pekan lalu. Akazawa sebelumnya menyatakan masih ada sejumlah isu yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan diumumkan secara resmi. Dalam unggahannya, Presiden Trump menekankan bahwa skala besar proyek-proyek tersebut tidak terlepas dari kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahannya.
“Skala proyek-proyek ini sangat besar, dan tidak mungkin terwujud tanpa satu kata yang sangat penting: TARIF,” tulis Trump di Truth Social. Dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar AS, proyek-proyek ini berpotensi memperkuat sektor energi, manufaktur canggih, serta posisi Amerika Serikat dalam peta perdagangan dan industri global.