Trump Kecewa Berat karena Mojtaba Khamenei Terpilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (9/3) menyatakan dirinya “kecewa” setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut.

Mojtaba ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan pada awal konflik.

Melansir Reuters, Trump menilai penunjukan tersebut berpotensi membuat situasi di Iran tidak banyak berubah.


“Kami pikir ini hanya akan membuat negara itu menghadapi masalah yang sama seperti sebelumnya,” kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers di Florida.

Ketika ditanya apakah pemimpin baru Iran itu kini menjadi target serangan, Trump menolak memberikan jawaban langsung.

Menurutnya, tidak pantas untuk menyampaikan secara terbuka apakah Mojtaba Khamenei menjadi sasaran atau tidak.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi Sejak 2022, Namun Ditutup di Bawah US$ 100

Mojtaba dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh besar di dalam struktur pasukan keamanan Iran serta jaringan bisnis luas yang selama ini berada di bawah pengaruh ayahnya. Ia sejak awal sudah dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Assembly of Experts, lembaga beranggotakan 88 ulama yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran, menyampaikan bahwa Mojtaba terpilih melalui pemungutan suara yang menentukan.

“Melalui pemungutan suara yang tegas, Assembly of Experts menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin ketiga sistem Republik Islam Iran,” demikian pernyataan lembaga tersebut yang dirilis sesaat setelah tengah malam waktu Teheran.

Tonton: Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga saat Serangan dengan Israel Terus Berlanjut

Sebagai Supreme Leader, Mojtaba akan memiliki kewenangan tertinggi dalam seluruh urusan negara di Republik Islam Iran.