KONTAN.CO.ID - CAIRO/WASHINGTON — Eskalasi konflik di Timur Tengah makin membara. Israel dilaporkan tengah bersiap mengguyur fasilitas energi Iran dengan serangan udara, sembari menanti lampu hijau dari Amerika Serikat (AS). Seorang pejabat pertahanan senior Israel seperti dikutip Reuters Sabtu (4/4) menyatakan, serangan besar tersebut kemungkinan besar bakal pecah dalam sepekan ke depan. Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum 48 jam kepada Teheran.
Jet Tempur AS Berjatuhan! Konflik Meledak, Harga Minyak Naik & Dunia Terancam Krisis
© 2026 Konten oleh Kontan
Pilot AS Hilang
Militer AS dan Iran kini tengah berpacu dengan waktu untuk mencari seorang pilot Amerika yang hilang setelah dua pesawat tempur jatuh di atas wilayah Iran dan Teluk. Insiden ini terjadi saat konflik memasuki minggu keenam tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata, di tengah merosotnya dukungan publik dalam jajak pendapat domestik AS. Di pihak Teheran, meski tetap menunjukkan sikap defensif, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mulai membuka celah diplomasi. Melalui mediasi Pakistan, Araqchi menyatakan kesediaan untuk berdialog di Islamabad, namun dengan syarat yang tegas. "Yang kami pedulikan adalah ketentuan untuk pengakhiran perang ilegal yang dipaksakan kepada kami secara tuntas dan permanen," tegas Araqchi melalui platform X. Baca Juga: Terkuak, Ini Dia Penyebab Trump Batal Serang Infrastruktur Energi IranKrisis Energi Global
Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mengirimkan sinyal yang kontradiktif sejak pemboman awal AS-Israel pada 28 Februari lalu. Trump berulang kali beralih dari sekadar memberikan sinyal kemajuan perundingan diplomatik hingga melontarkan ancaman untuk membom Iran hingga negara itu kembali ke Zaman Batu. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump memperingatkan Teheran bahwa waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan atau membuka kembali Selat Hormuz. "Waktu habis—48 jam sebelum seluruh neraka (hujan api) akan mengguyur mereka. Glory be to God!" cuit Trump di akun media sosial miliknya.AS Siapkan Anggaran Militer Rp 24.000 Triliun! Dunia Menuju Perang Besar?
© 2026 Konten oleh Kontan
Duel Alat Perang:
Meski Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth mengklaim kendali penuh atas ruang udara Iran, fakta di lapangan menunjukkan risiko besar bagi tentara Amerika Serikat di Iran. Sebuah jet F-15E milik AS dilaporkan jatuh akibat tembakan dari militer Iran yang sebelumnya diklaim Trump sudah lumpuh.Iran Pasang Tol Laut! Kapal Bayar Rp 33 Miliar Sekali Lewat?
© 2026 Konten oleh Kontan