Trump Kembali Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Energi Diserang



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran di tengah klaim kemajuan pembicaraan untuk mengakhiri konflik. 

Trump mendesak Teheran segera membuka Selat Hormuz, atau menghadapi serangan terhadap fasilitas vital negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut pembicaraan dengan pihak yang ia sebut sebagai rezim yang lebih rasional menunjukkan perkembangan positif. 


Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan harus segera tercapai. Jika tidak, dan Selat Hormuz tidak dibuka untuk lalu lintas global, Amerika Serikat siap meningkatkan tekanan militer.

Baca Juga: Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penabur Ranjau Iran di Selat Hormuz

"Jika kesepakatan tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka, kami akan menghancurkan pembangkit listrik, ladang minyak, dan fasilitas penting Iran," tegas Trump.

Ancaman itu tak hanya menyasar sektor energi, tetapi juga fasilitas penyulingan air yang menjadi sumber pasokan air bersih di Iran. Pernyataan tersebut mempertegas pendekatan keras Washington meski di saat yang sama mengklaim adanya jalur diplomasi.

Sebelumnya, Trump sempat mengumumkan jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, yang dijadwalkan berakhir pada 6 April waktu AS. 

Namun di balik itu, Amerika Serikat juga dilaporkan terus menambah kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut memicu kecurigaan dari Teheran. Ketua parlemen Iran menilai Washington mengirim sinyal ganda, mendorong negosiasi sambil mempersiapkan potensi invasi darat. 

Baca Juga: Iran Longgarkan Selat Hormuz, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan

Sikap ini justru memperkuat resistensi dari pihak Iran.

Di sisi lain, para pemimpin Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS, menandakan bahwa jalur diplomasi yang diklaim Trump masih belum jelas bentuk dan arahnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi di kawasan ini berpotensi mengguncang pasar energi global. 

Baca Juga: Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintasi Selat Hormuz dengan Aman, RI Termasuk?

Ketegangan yang terus meningkat membuat prospek perdamaian masih dibayangi risiko konflik terbuka.