Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, AS Tunggu Selat Hormuz Dibuka



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, Iran telah meminta gencatan senjata kepada AS.

Namun, menurut Trump, Washington baru akan mempertimbangkan permintaan tersebut setelah Selat Hormuz kembali aman dan terbuka untuk lalu lintas internasional.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (1/4/2026) yang dilansir Reuters.


Baca Juga: Wall Street Menghijau Ditopang Harapan Redanya Perang Iran, Saham Teknologi Memimpin

“Presiden baru Iran, yang lebih cerdas dan kurang radikal dibanding pendahulunya, baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat,” tulis Trump, meski ia tidak merinci kepada siapa tepatnya pembicaraan itu dilakukan.

Sebelumnya, Trump juga sempat menyebut adanya “presiden baru” Iran dalam wawancara dengan Reuters, yang merujuk pada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang mulai menjabat pada Juli 2024, serta pengangkatan pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, setelah ayahnya wafat akibat serangan udara.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah klaim Trump. Mereka menilai pernyataan soal permintaan gencatan senjata itu “tidak benar dan tidak berdasar”.

Trump menegaskan bahwa AS baru akan menanggapi permintaan gencatan senjata jika Selat Hormuz sudah “bebas dan aman”.

Baca Juga: Dari Dapur Sederhana ke Tahta Miliarder Asuransi Dunia

“Sampai saat itu, kami akan terus menekan Iran,” tambah Trump.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis global untuk pengiriman minyak, sehingga keamanan wilayah ini menjadi prioritas bagi AS dan sekutu internasional.