KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Trump juga menyatakan kemungkinan akan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, jika proses negosiasi yang sedang berlangsung berjalan sesuai harapan. Dalam wawancara dengan program Pod Force One yang disiarkan pada Rabu (3/6), Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Iran telah berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. "Mereka sudah sepakat bahwa mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," ujar Trump saat membahas perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Konflik Iran-AS Kembali Memanas, Bandara Kuwait Diserang dan Harga Minyak Naik Ketika ditanya mengenai keterlibatan Mojtaba Khamenei dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran guna mengakhiri permusuhan, Trump menegaskan bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut memiliki peran penting dalam proses negosiasi. "Dia terlibat, tentu saja. Saya pikir mereka sangat menghormatinya," kata Trump. Trump juga mengaku mendapatkan informasi bahwa kondisi Khamenei tidak terlalu baik. Meski demikian, menurutnya, pemimpin Iran tersebut tetap memberikan persetujuan terhadap berbagai langkah yang diambil dalam proses perundingan. Presiden AS itu menambahkan bahwa dirinya belum pernah bertemu langsung dengan Khamenei. "Saya ingin bertemu dengannya. Mungkin kami akan bertemu pada suatu waktu nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," ujar Trump.
Trump Sebut Konflik Iran Berakhir dengan Keberhasilan AS
Dalam wawancara tersebut, Trump juga menilai konflik dengan Iran sebagai sebuah keberhasilan bagi Amerika Serikat. Menurutnya, militer Iran telah mengalami kekalahan sehingga tujuan operasi militer yang dilakukan Washington dan sekutunya tercapai.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi dalam Sepekan, Dipicu Konflik Iran Konflik tersebut bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Perang tersebut telah mengguncang pasar energi global dan memicu kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, konflik juga dinilai kurang populer di kalangan masyarakat Amerika Serikat menjelang pemilihan anggota Kongres yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. "Iran adalah sebuah keberhasilan besar. Kita akan lihat apa yang terjadi. Kami sedang mengupayakan sebuah kesepakatan, dan jika itu berhasil maka sangat baik. Jika tidak berhasil, itu juga tidak masalah. Kami akan menanganinya dengan cara lain," kata Trump. Trump tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan "cara lain" tersebut. Namun, sebelumnya ia pernah menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran apabila upaya diplomasi dan perundingan gagal menghasilkan kesepakatan.