KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, penyelesaian perang Rusia-Ukraina semakin mendekati titik terang setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Meski demikian, serangan Rusia ke Ukraina masih terus berlangsung. Mengutip
Reuters, Selasa (7/7/2026), Trump menyatakan konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu "lebih dekat untuk diselesaikan daripada yang disadari banyak orang".
Baca Juga: Inflasi Filipina Melambat Jadi 6,4% pada Juni, di Bawah Ekspektasi Pasar Ia mengatakan isu tersebut akan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki pekan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah berbicara melalui sambungan telepon dengan Putin dan Zelenskiy pada akhir pekan lalu. Namun, ia tidak menjelaskan alasan spesifik yang mendasari keyakinannya bahwa penyelesaian konflik sudah semakin dekat. Di saat yang sama, Rusia kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke Kyiv serta wilayah sekitarnya pada Senin malam. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 28 orang.
Baca Juga: Harga Emas Spot Kembali Melemah Selasa (7/7), Semua Mata Tertuju pada Risalah The Fed "Ini adalah salah satu konflik yang menurut saya penyelesaiannya jauh lebih dekat daripada yang dibayangkan banyak orang. Presiden Putin ingin perang ini berakhir," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih. Trump mengatakan percakapannya dengan Putin pada libur Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli, berlangsung dengan baik. Menurut Kremlin, pembicaraan yang berlangsung sekitar 85 menit itu juga membahas berbagai upaya untuk mendorong proses perdamaian. Trump juga menyebut Zelenskiy kini menginginkan perang segera berakhir. "Presiden Zelenskiy juga ingin mengakhiri perang ini sekarang. Kami akan menghadiri KTT NATO dan membahas hal tersebut. Saya pikir kami akan berhasil mengakhirinya. Ini adalah situasi yang sangat buruk," ujarnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Tipis Selasa (7/7) Pagi, Brent ke US$ 72,29 per Barel Trump dijadwalkan bertemu Zelenskiy di sela-sela KTT NATO di Ankara pada Rabu (8/7). Seorang pejabat AS mengatakan pertemuan itu bertujuan menghidupkan kembali upaya diplomatik guna mengakhiri perang. Pejabat yang sama menyebut Trump kemungkinan akan kembali menghubungi Putin setelah bertemu Zelenskiy. Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menilai sikap Trump terhadap konflik Ukraina tidak berubah. "Presiden Trump memiliki sikap yang cukup konsisten. Semua spekulasi bahwa pandangannya berubah-ubah tentu tidak benar," kata Peskov kepada wartawan. Menurutnya, Putin dan Trump sepakat untuk melanjutkan komunikasi dalam waktu dekat. Di sisi lain, Zelenskiy dalam wawancara dengan Financial Times juga menggambarkan percakapannya dengan Trump berlangsung sangat baik.
Baca Juga: Yen Kembali Dekati Level Terendah 40 Tahun, Pasar Uji Kesabaran Jepang Ia menilai Presiden AS tersebut mulai memandang konflik Ukraina dari perspektif yang berbeda setelah melihat sejumlah keberhasilan militer Ukraina, terutama serangan drone jarak jauh terhadap fasilitas industri minyak Rusia yang memicu gangguan pasokan bahan bakar di negara tersebut. "Presiden Trump ingin berada di pihak yang meraih keberhasilan," kata Zelenskiy seperti dikutip Financial Times.
Ia menambahkan, pandangan Trump dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dinamika politik domestik AS menjelang pemilu paruh waktu serta keyakinannya mengenai cara terbaik untuk mengakhiri perang. Hubungan Trump dan Zelenskiy sempat memanas setelah pertemuan di Gedung Putih tahun lalu berakhir dengan adu argumen. Namun sejak itu, kedua pemimpin berupaya memperbaiki hubungan melalui sejumlah pertemuan diplomatik. Dalam pernyataan terbarunya, Trump tidak lagi menyinggung pernyataan sebelumnya yang mendesak Zelenskiy segera menyepakati perundingan dengan Rusia karena dinilai tidak memiliki posisi tawar yang kuat.