KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (2/2/2026) mengumumkan rencana peluncuran cadangan strategis mineral kritis senilai US$12 miliar, sebagai upaya mengurangi ketergantungan AS terhadap China dalam pasokan mineral penting. Program yang diberi nama Project Vault ini akan didukung pendanaan awal US$10 miliar dalam bentuk pinjaman dari U.S. Export-Import Bank (EXIM), ditambah US$2 miliar dana swasta.
Baca Juga: SpaceX Akuisisi xAI dalam Transaksi Rekor, Musk Satukan Ambisi AI dan Antariksa “Selama bertahun-tahun, bisnis Amerika menghadapi risiko kehabisan mineral kritis saat terjadi gangguan pasar,” ujar Trump dalam acara di Oval Office. “Hari ini, kami meluncurkan Project Vault untuk memastikan bisnis dan pekerja Amerika tidak pernah dirugikan oleh kelangkaan apa pun.” Washington selama ini berupaya menandingi apa yang oleh para pembuat kebijakan AS dianggap sebagai manipulasi harga oleh China terhadap lithium, nikel, rare earth, dan mineral penting lainnya. Komoditas tersebut krusial bagi produksi kendaraan listrik, persenjataan berteknologi tinggi, serta berbagai produk manufaktur, dan selama bertahun-tahun dinilai menghambat daya saing perusahaan tambang AS. Trump mengatakan Project Vault akan mengakuisisi dan menyimpan mineral strategis untuk memenuhi kebutuhan produsen otomotif, perusahaan teknologi, dan sektor manufaktur lainnya.
Baca Juga: Google Cloud dan Liberty Global Jalin Kemitraan AI Lima Tahun di Eropa EXIM Bank mengonfirmasi bahwa pinjaman senilai US$10 miliar tersebut telah disetujui pada Senin. Saham perusahaan mineral kritis dan rare earth AS, termasuk MP Materials dan USA Rare Earth Inc, menguat setelah muncul laporan media bahwa pengumuman inisiatif senilai US$12 miliar tersebut akan segera dilakukan. Acara di Oval Office itu turut dihadiri CEO General Motors Mary Barra serta miliarder tambang Robert Friedland, yang mewakili baik pihak produsen maupun pengguna mineral kritis. Menurut seorang pejabat pemerintahan Trump yang mengetahui rencana tersebut, minat terhadap Project Vault datang dari berbagai perusahaan otomotif dan teknologi AS. Perusahaan perdagangan komoditas Hartree Partners, Traxys North America, dan Mercuria Energy Group akan mengelola pengadaan bahan mentah untuk cadangan tersebut.
Baca Juga: Harga Bitcoin Diprediksi Anjlok ke US$ 10.000, Ini Biang Keroknya Project Vault dirancang untuk membantu industri otomotif AS sekaligus memungkinkan perusahaan menjaga risiko pasokan mineral di luar neraca keuangan mereka. Pejabat tersebut membandingkan skema logistik proyek ini dengan keanggotaan Costco, yang memungkinkan pembelian dalam volume besar secara efisien. Selain itu, proyek ini bertujuan menjaga pasokan mineral untuk kebutuhan darurat selama 60 hari. Pejabat tersebut menambahkan bahwa proses penimbunan mineral telah mulai dilakukan.
Struktur eksekutif khusus untuk Project Vault juga akan dibentuk, dengan EXIM Bank diperkirakan memiliki satu kursi di dewan pengelola. Sebagai catatan, bulan lalu sekelompok anggota parlemen AS dari kedua partai mengajukan rancangan undang-undang untuk membentuk cadangan mineral kritis senilai US$2,5 miliar, yang bertujuan menstabilkan harga pasar serta mendorong penambangan dan pemurnian mineral di dalam negeri.