Trump Luncurkan Rekening Investasi US$ 1.000 untuk Bayi Baru Lahir di AS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Presiden Donald Trump resmi meluncurkan program investasi jangka panjang Trump Accounts pada Sabtu (4/7/2026), bertepatan dengan dimulainya rangkaian perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Program ini menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintah AS untuk mendorong budaya investasi dan meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini.

Melalui program tersebut, setiap warga negara Amerika Serikat yang lahir pada periode 2025 hingga 2028 akan memperoleh rekening investasi dengan modal awal sebesar US$ 1.000 yang didanai pemerintah.


Dana tersebut dapat terus ditambah oleh keluarga, sehingga menjadi instrumen tabungan baru di samping berbagai skema tabungan pendidikan dan dana pensiun yang telah tersedia.

Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Perlindungan Imigran Saat Peringatan Hari Kemerdekaan AS

Kepala Kebijakan, Regulasi, dan Hubungan Pemerintah di perusahaan jasa keuangan Edward Jones, Andy Blocker, mengatakan kontribusi awal dari pemerintah diharapkan mampu mengatasi hambatan utama yang selama ini membuat banyak keluarga sulit memulai investasi.

"Kontribusi pemerintah federal sebesar US$ 1.000 saat kelahiran membantu menghilangkan hambatan karena tidak memiliki modal awal, yang secara historis menjadi salah satu kendala terbesar dalam menabung," ujar Blocker.

"Jika pada akhir tahun semakin banyak keluarga memiliki jalur yang jelas untuk mulai menabung dan berinvestasi demi masa depan keuangan anak-anak mereka, maka program ini dapat dikatakan berhasil," tambahnya.

Perusahaan Besar Ikut Mendukung

Sejumlah perusahaan besar di Amerika Serikat turut menyatakan dukungan terhadap Trump Accounts melalui skema kontribusi tambahan maupun pencocokan dana (employer matching).

Perusahaan yang berpartisipasi antara lain Visa, Dell Technologies, Comcast, hingga produsen chip Micron Technology. Pada pekan ini, Micron bahkan mengumumkan komitmen pendanaan sebesar US$ 250 juta untuk mendukung program tersebut.

Peluncuran Trump Accounts dilakukan di tengah meningkatnya biaya hidup yang menjadi salah satu isu utama menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembuat kebijakan dari berbagai kubu politik di Amerika Serikat semakin banyak mengusulkan program yang bertujuan membantu keluarga membangun kekayaan dan meningkatkan ketahanan finansial jangka panjang.

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), sekitar 3,6 juta bayi lahir di Amerika Serikat sepanjang 2025.

Meskipun hanya warga negara AS yang lahir pada masa pemerintahan kedua Donald Trump yang berhak memperoleh dana awal US$ 1.000 dari pemerintah, seluruh warga Amerika yang memiliki anak berusia di bawah 18 tahun dengan nomor Jaminan Sosial (Social Security Number) yang sah tetap dapat membuka Trump Account.

Baca Juga: Pidato Hari Kemerdekaan AS, Trump: Peringatan Keras Bahaya Komunisme di AS

Dikelola Treasury, Dana Diinvestasikan ke Indeks S&P 500

Program Trump Accounts berada di bawah pengawasan Departemen Keuangan Amerika Serikat (U.S. Treasury Department), dengan Robinhood dan Bank of New York Mellon (BNY) bertindak sebagai administrator.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan program tersebut.

Rekening Trump Accounts dapat dibuka tanpa biaya. Orang tua, anggota keluarga, perusahaan, maupun organisasi amal dapat memberikan kontribusi tambahan hingga US$ 5.000 per tahun sebelum pajak.

Seluruh dana yang masuk akan secara otomatis diinvestasikan ke dalam reksa dana indeks berbiaya rendah (low-cost index fund) yang dirancang untuk pertumbuhan jangka panjang. Ketika pemilik rekening berusia 18 tahun, mereka memperoleh kendali penuh atas dana tersebut, baik untuk dicairkan maupun tetap diinvestasikan. Keuntungan investasi akan dikenakan pajak saat penarikan dana.

Di situs resminya, Trump Accounts memperkirakan bahwa berdasarkan rata-rata historis imbal hasil indeks S&P 500, seorang anak yang menerima kontribusi rutin sebesar US$ 5.000 setiap tahun dapat memiliki dana sekitar US$ 271.000 saat berusia 18 tahun.

Jika kontribusi tahunan tersebut terus berlanjut hingga usia 55 tahun, nilai investasinya diperkirakan dapat berkembang menjadi sekitar US$ 13 juta, meskipun hasil aktual tetap bergantung pada kondisi pasar.

Pada tahap awal peluncuran, seluruh dana akan diinvestasikan ke State Street SPDR Portfolio S&P 500 ETF, yaitu exchange-traded fund (ETF) berbiaya rendah yang mengikuti pergerakan indeks saham S&P 500. Pilihan investasi lainnya mencakup ETF yang dikelola BlackRock dan Vanguard, yang memberikan eksposur luas terhadap pasar saham Amerika Serikat.

Chief Brokerage Officer Robinhood, Steve Quirk, mengatakan tujuan utama program tersebut adalah memperluas partisipasi masyarakat dalam pasar modal.

"Gagasan utama di balik Trump Accounts adalah membuat lebih banyak orang berpartisipasi dalam sarana penciptaan kekayaan terbesar di dunia, yaitu pasar modal Amerika Serikat," kata Quirk.

Baca Juga: Ancaman Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent Tertekan 0,7% di Pekan Ini

Efektivitas Program Masih Diperdebatkan

Meski mendapat dukungan dari sejumlah kalangan, sejumlah pakar kebijakan publik mempertanyakan efektivitas Trump Accounts dalam mengurangi kesenjangan kekayaan.

Mereka menilai manfaat program tersebut tetap sangat bergantung pada kemampuan masing-masing keluarga untuk memberikan kontribusi tambahan secara rutin serta keberlanjutan pertumbuhan pasar saham dalam jangka panjang.

Direktur Studi Kebijakan Pajak di lembaga pemikir Cato Institute, Adam Michel, menilai program bantuan pemerintah semacam ini belum tentu efektif dalam mengurangi kemiskinan.

"Bantuan pemerintah memiliki rekam jejak yang panjang dalam gagal mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan, dan hanya sedikit alasan untuk meyakini bahwa program ini akan berbeda," ujar Michel.

Ia juga menilai manfaat terbesar kemungkinan akan lebih banyak dinikmati keluarga yang telah memiliki pekerjaan tetap dan kemampuan menabung.

"Kontribusi pencocokan dari perusahaan kemungkinan besar hanya terkonsentrasi di perusahaan-perusahaan besar. Manfaat yang sesungguhnya akan lebih banyak dirasakan oleh keluarga yang telah memiliki pekerjaan stabil dan kapasitas untuk menabung," tutup Michel.