KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintahan Presiden Donald Trump pada hari Jumat merilis rencana ambisius untuk membangkitkan kembali industri pembuatan kapal dan sektor maritim Amerika Serikat, yang sebagian dananya akan diperoleh melalui biaya pelabuhan atas kargo yang dikirim ke AS menggunakan kapal buatan China. Biaya ini sebelumnya disepakati untuk ditangguhkan selama satu tahun antara AS dan China. Maritime Action Plan atau Rencana Aksi Maritim ini menawarkan peta jalan bagi kebangkitan industri pembuatan kapal AS, yang telah menyusut sejak Perang Dunia II dan kini tertinggal jauh dibanding China serta negara lainnya.
Baca Juga: Militer AS Siap Operasi Jangka Panjang ke Iran Jika Trump Perintahkan Serangan Dokumen lebih dari 30 halaman ini mencakup beberapa langkah strategis, termasuk:
- Pembentukan zona kemakmuran maritim untuk mendorong investasi.
- Reformasi dalam pelatihan dan pendidikan tenaga kerja di sektor maritim.
- Perluasan armada kapal komersial berbendera dan buatan AS.
- Pendirian aliran pendanaan khusus melalui Maritime Security Trust Fund.
- Pengurangan regulasi yang dinilai menghambat pertumbuhan industri.
Pada awal tahun lalu, pemerintah Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya pada kapal terkait China, dengan tujuan mengurangi dominasi China dalam industri maritim global sekaligus mendanai kebangkitan pembuatan kapal AS. Biaya yang dikenal dengan istilah Section 301 penalties ini muncul setelah investigasi AS menyimpulkan bahwa China menggunakan kebijakan dan praktik tidak adil untuk menguasai pengiriman global. Pengenaan biaya ini memicu penolakan keras dari industri pelayaran global dan meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Biaya yang mulai berlaku pada 14 Oktober diperkirakan menghasilkan sekitar US$3,2 miliar per tahun dari kapal buatan China yang memasuki pelabuhan AS. Sebagai balasan, China memberlakukan biaya pelabuhan atas kapal terkait AS, sehingga memicu ketegangan timbal balik yang mengganggu perdagangan global. Akhirnya, kedua pihak menyepakati penangguhan biaya selama 12 bulan. Rencana maritim ini disambut baik oleh pemilik galangan kapal, investor, dan pihak bipartisan yang mendukung Shipbuilding and Harbor Infrastructure for Prosperity and Security (SHIPS) for America Act.
Baca Juga: Trump Berencana Pangkas Sejumlah Tarif Baja dan Aluminium Senator AS Todd Young, seorang Republikan dari Indiana, menyatakan bahwa visi Trump sangat sejalan dengan rencana yang diusulkan dalam undang-undang tersebut, yang kembali diperkenalkan tahun lalu bersama Senator Demokrat Mark Kelly dari Arizona dan anggota parlemen lainnya. Yang menjadi sorotan, SHIPS Act bertujuan mendirikan Maritime Security Trust Fund untuk menginvestasikan kembali pendapatan biaya pelabuhan ke proyek keamanan maritim dan infrastruktur, termasuk revitalisasi galangan kapal. Rencana ini mendapatkan dukungan langka dari partai Demokrat maupun Republik, meskipun proses legislasi belum berjalan cepat.
“Pengumuman hari ini seharusnya menjadi panggilan bagi Kongres untuk segera bertindak agar memberikan otoritas hukum dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana ini,” kata Young. “Saatnya membuat kapal Amerika lagi,” tambahnya.