Trump Mengguyur Militer AS Hingga US$ 1,5 Triliun, Terbesar Sejak Perang Dunia II



KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap mengungkap rencana anggaran pertahanan jumbo senilai US$ 1,5 triliun untuk tahun fiskal mendatang pada Jumat (10/4). 

Angka ini tercatat sebagai kenaikan tahunan terbesar dalam belanja pertahanan AS di era pasca-Perang Dunia II.

Dalam draf anggaran tersebut, Trump dipastikan menyertakan pendanaan untuk proyek mercusuar yang kontroversial, yakni sistem perisai rudal Golden Dome senilai US$ 185 miliar. 


Baca Juga: Trump Usulkan Anggaran Militer AS 2027 US$ 1,5 Triliun, Saham Pertahanan Melonjak

Selain itu, anggaran raksasa ini akan mengguyur pengadaan jet tempur F-35 produksi Lockheed Martin serta berbagai kapal perang baru.

Prioritas utama pembangunan kekuatan laut AS juga terlihat pada rencana pengadaan kapal selam kelas Virginia (Virginia-class submarines) yang diproduksi oleh General Dynamics dan Huntington Ingalls Industries.

Sebagai perbandingan, pada tahun lalu Trump mengajukan anggaran pertahanan nasional sebesar US$ 892,6 miliar kepada Kongres. 

Namun, angka tersebut kemudian membengkak setelah ditambah anggaran suplemen sebesar US$ 150 miliar, yang secara historis membawa total harga pertahanan AS menembus angka US$ 1 triliun untuk pertama kalinya.

APBN TERANCAM! Dampak Ngeri Konflik Global Terhadap Dompet Rakyat Indonesia
© 2026 Konten oleh Kontan
Meski kerangka anggaran untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 September 2027 ini akan dibuka pada hari Jumat, pejabat Pentagon menyatakan rincian lebih mendalam baru akan diumumkan pada 21 April mendatang.

Baca Juga: Jika Perang Dunia 3 Pecah, Indonesia Disebut Aman, Apa Alasannya?

Sebelumnya, pihak administrasi sempat menimbang apakah permintaan US$ 1,5 triliun ini akan disusun dalam format anggaran keamanan nasional sebesar US$ 900 miliar dengan tambahan permintaan suplemen antara US$ 400 miliar hingga US$ 600 miliar. Struktur ini serupa dengan pola anggaran yang digunakan pada tahun 2026.

Langkah Trump yang melesat dalam belanja militer ini bertujuan untuk memperkuat produksi senjata guna menangkal agresi China di kawasan Indo-Pasifik. 

Selain itu, dana tersebut dialokasikan untuk membangun kembali stok senjata AS yang terjerembap akibat terkuras oleh berbagai konflik di Israel, Iran, dan Ukraina.

Permintaan anggaran fantastis ini dijadwalkan mulai diperdebatkan oleh Kongres dalam beberapa pekan dan bulan mendatang.

Harga Minyak Melonjak 60%! PM Lawrence Wong Peringatkan Krisis Energi Global
© 2026 Konten oleh Kontan