KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris berisiko menjadi negara yang paling dirugikan kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global, Trump mengeluarkan kebijakan baru yang mematok tarif 15% untuk semua negara. Selama ini, Inggris menikmati tarif timbal balik yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain, yakni sebesar 10%. Tetapi niatan Trump memberlakukan tarif sebesar 15% untuk semua negara berarti pebisnis dari Inggris akan terkena bea masuk lebih tinggi. Inggris akan mengalami peningkatan tarif terbesar, bersama dengan Australia, Italia dan Singapura, menurut data Global Trade Alert. Sementara Brasil, China, dan India akan mendapatkan keuntungan paling besar, karena saat ini negara-negara tersebut terkena tarif sangat tinggi.
Trump Pasang Tarif 15%, Inggris Jadi Salah Satu Negara yang Paling Dirugikan
KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris berisiko menjadi negara yang paling dirugikan kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global, Trump mengeluarkan kebijakan baru yang mematok tarif 15% untuk semua negara. Selama ini, Inggris menikmati tarif timbal balik yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain, yakni sebesar 10%. Tetapi niatan Trump memberlakukan tarif sebesar 15% untuk semua negara berarti pebisnis dari Inggris akan terkena bea masuk lebih tinggi. Inggris akan mengalami peningkatan tarif terbesar, bersama dengan Australia, Italia dan Singapura, menurut data Global Trade Alert. Sementara Brasil, China, dan India akan mendapatkan keuntungan paling besar, karena saat ini negara-negara tersebut terkena tarif sangat tinggi.
TAG: