Trump Peringatkan Masa Depan “Sangat Buruk” NATO Jika Sekutu Tak Bantu AS di Iran



KONTAN.CO.ID - Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa NATO menghadapi masa depan “sangat buruk” jika sekutu tidak membantu Amerika Serikat membuka kembali Selat Hormuz, menurut wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan Minggu (15/3/2026).

Trump menyatakan, ia bahkan bisa menunda kunjungannya ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping akhir bulan ini, guna menekan Beijing membantu membuka jalur air strategis tersebut.

Baca Juga: Uni Eropa Bahas Penguatan Misi Angkatan Laut di Timur Tengah di Tengah Konflik Iran


“Saya pikir China juga harus membantu karena mereka mendapatkan 90% minyaknya dari selat itu,” ujar Trump kepada FT, seraya menambahkan ia ingin mengetahui posisi Beijing sebelum kunjungan yang direncanakan.

Trump menekankan bahwa negara-negara yang menjadi penerima manfaat dari jalur pelayaran ini seharusnya ikut memastikan keamanan Selat Hormuz.

“Sepantasnya pihak yang mendapat manfaat dari selat ini ikut memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,” kata Trump.

Baca Juga: Angkatan Laut UE Bakal Amankan Selat Hormuz yang Terganggu? Jerman Skeptis

Sebelumnya, Sekretaris Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menutup hari pertama dari dua hari pembicaraan di Paris untuk menyelesaikan kendala dalam gencatan perdagangan dan membuka jalan bagi kunjungan Trump ke Beijing.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar Reuters terkait pernyataan ini.