KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (5/2/2026) meluncurkan TrumpRx.gov, sebuah situs web yang ditujukan untuk memberi akses obat resep dengan harga diskon bagi konsumen. Platform ini menjadi pilar utama upaya pemerintahan Trump menekan harga obat di AS. Trump mengumumkan peluncuran situs tersebut dalam acara di Gedung Putih bersama Administrator Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) Dr. Mehmet Oz serta Direktur National Design Studio dan salah satu pendiri Airbnb, Joe Gebbia.
Baca Juga: Trump Dukung Penuh Takaichi Jelang Pemilu Jepang, Pasar Tetap Waspada “Orang-orang akan menghemat banyak uang dan menjadi lebih sehat,” ujar Trump. Sebanyak 16 perusahaan farmasi global terbesar telah menandatangani kesepakatan “most-favored nation” dengan pemerintahan Trump untuk memangkas harga obat di AS, sebagai imbalan atas pembebasan dari tarif impor AS. Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan obat sepakat menurunkan harga obat untuk program Medicaid pemerintah serta, melalui TrumpRx, bagi konsumen yang membayar tunai tanpa asuransi. Kesepakatan ini mencakup Eli Lilly dan Novo Nordisk yang setuju memangkas harga obat penurun berat badan berbasis GLP-1 yang sangat populer. Pemerintah AS menyatakan kebijakan ini akan menurunkan harga obat tersebut menjadi rata-rata sekitar US$149 hingga US$350 per bulan bagi warga Amerika.
Baca Juga: Harga Emas & Perak Terus Melemah Jumat (6/2) Pagi, Tertekan Gejolak Saham Teknologi Saat ini, Novo Nordisk dan Eli Lilly telah menjual obat penurun berat badan mereka secara langsung kepada konsumen, yang menyumbang lebih dari 10% total penjualan masing-masing perusahaan. Novo Nordisk meluncurkan pil Wegovy awal bulan lalu dan saat ini menjualnya secara eksklusif melalui saluran direct-to-consumer, sembari menunggu kepastian cakupan dari perusahaan asuransi. “Kami terus mempermudah akses masyarakat terhadap obat asli yang disetujui FDA dengan memperluas ketersediaan melalui berbagai opsi yang nyaman,” ujar Chris Pernie, Wakil Presiden Urusan Publik AS Novo Nordisk. “Peluncuran TrumpRx akan semakin memperluas akses pasien terhadap Ozempic dan Wegovy, termasuk pil Wegovy yang baru disetujui, dengan harga
self-pay kami,” tambahnya. Menurut laporan STAT News, situs TrumpRx akan didukung oleh platform penghematan obat GoodRx. Namun, TrumpRx tidak akan menjual obat secara langsung, melainkan mengarahkan pasien ke situs lain untuk melakukan pembelian.
Baca Juga: Harga Minyak Lanjut Turun Jelang Perundingan AS–Iran Jumat (6/2): WTI di US$62,47 Penghematan Masih Dipertanyakan Meski demikian, besaran penghematan yang benar-benar dirasakan konsumen masih belum jelas. Situs ini ditujukan bagi konsumen yang membeli obat tanpa menggunakan asuransi, sehingga sebagian besar pembelian tidak akan diperhitungkan dalam pemenuhan deductible asuransi kesehatan pasien. “Ada pertanyaan besar mengenai nilai manfaatnya bagi orang-orang yang memiliki asuransi,” ujar Juliette Cubanski, Wakil Direktur Kebijakan Medicare di lembaga kebijakan kesehatan KFF. “Dalam beberapa kasus, biaya yang harus dibayar sendiri masih bisa tergolong tidak terjangkau bagi banyak orang.”
Baca Juga: Korsel Tambah Amunisi Devisa, Terbitkan Obligasi Valas US$3 Miliar Saat ini, pasien di AS membayar harga obat resep jauh lebih mahal bahkan hampir tiga kali lipat dibandingkan negara maju lainnya. Trump selama ini menekan perusahaan farmasi agar menurunkan harga obat di AS hingga setara dengan harga di luar negeri. Perusahaan farmasi lain yang ikut menandatangani kesepakatan tersebut antara lain Pfizer, AstraZeneca, Merck, dan GSK. Selain obat obesitas, sejumlah obat lain yang tersedia melalui TrumpRx mencakup obat diabetes Januvia dari Merck, obat pengencer darah Plavix dari Sanofi, inhaler asma Advair Diskus 500/50 dari GSK, obat kolesterol Repatha dari Amgen, serta obat hepatitis C Epclusa dari Gilead. Pfizer menyatakan telah meluncurkan program TrumpRx-nya sendiri pada Kamis, dengan menyediakan lebih dari 30 jenis obat dengan harga diskon. Gedung Putih juga menyebutkan adanya potongan harga untuk obat kesuburan seperti Gonal-F dari EMD Serono dan Cetrotide dari Merck. Meski efektivitas TrumpRx dalam menurunkan biaya obat bagi konsumen masih belum pasti, perusahaan farmasi justru berpotensi diuntungkan, kata Cubanski.
Baca Juga: Rekor Burj Khalifa Terancam! Arab Saudi Siapkan Menara Setinggi 2 KM di Riyadh “Dari sudut pandang perusahaan obat, pendekatan direct-to-consumer ini sangat menguntungkan karena mereka bisa melewati peran asuransi,” ujarnya.
“Menjual obat dengan diskon tetap lebih baik daripada tidak ada penjualan sama sekali.” “Namun, ini tidak boleh disalahartikan sebagai upaya menyeluruh untuk menurunkan harga obat bagi semua orang di Amerika Serikat, meskipun mungkin bermanfaat bagi sebagian konsumen.”