Trump Putar Otak: Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Rusia Demi Minyak?



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menekan lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik Iran. Salah satu opsi yang dikaji adalah melonggarkan sanksi minyak terhadap Russia serta melepas cadangan minyak darurat milik pemerintah AS.

Sejumlah sumber Reuters menyebutkan langkah tersebut menjadi bagian dari paket kebijakan yang sedang dipertimbangkan Gedung Putih setelah harga minyak melonjak tajam menyusul lebih dari sepekan serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Pemerintah AS khawatir lonjakan harga energi akan berdampak pada bisnis dan konsumen domestik menjelang pemilu sela pada November mendatang. Dalam pemilu itu, Partai Republik berharap dapat mempertahankan kendali atas Kongres.


Trump mengatakan kepada wartawan di Florida pada Senin (9/3/2026) bahwa pemerintahannya sedang mencabut sanksi terhadap beberapa negara sebagai bagian dari upaya menstabilkan pasar minyak, meski ia tidak merinci negara mana yang dimaksud.

“Kami memiliki sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai situasi di Selat kembali normal,” kata Trump.

Melonggarkan sanksi terhadap Rusia berpotensi meningkatkan pasokan minyak global di tengah terganggunya pengiriman energi dari Timur Tengah akibat konflik Iran. Namun langkah tersebut juga berisiko mempersulit upaya AS membatasi pendapatan Rusia yang digunakan untuk membiayai perang di Ukraina.

Trump juga mengatakan ia baru saja melakukan percakapan yang “sangat baik” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai perang di Ukraina.

Baca Juga: Trump Ancam Eskalasi Perang Iran, tapi Sebut Konflik Bisa Segera Berakhir

Selat Hormuz jadi kunci

Para analis energi menilai Gedung Putih memiliki sedikit pilihan yang benar-benar efektif untuk menurunkan harga minyak secara cepat, kecuali jika jalur pengiriman energi di Strait of Hormuz dapat kembali normal.

Selat sempit antara Iran dan Oman itu menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Pemerintah AS sebelumnya juga telah mengumumkan rencana pengawalan kapal tanker dan penyediaan jaminan asuransi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Namun hingga kini langkah tersebut belum mampu meningkatkan lalu lintas pengiriman minyak secara signifikan.

Seorang sumber yang terlibat dalam diskusi kebijakan menyebut pilihan yang tersedia bagi Gedung Putih saat ini berkisar dari langkah yang dampaknya terbatas hingga kebijakan yang berisiko.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 6% Selasa (10/3), Trump Prediksi Perang Iran Segera Mereda