Trump Sebut Pesawat yang Ditumpanginya Berisiko Jadi Target Pembunuhan Iran



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pesawat yang ditumpanginya setelah melakukan pergantian pesawat secara diam-diam bulan lalu memiliki risiko lebih besar menjadi sasaran serangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Selasa (11/8/2026), setelah media The Washington Post mengungkap bahwa Trump sempat dipindahkan dari satu pesawat ke pesawat lain menggunakan truk katering karena adanya kekhawatiran mengenai potensi ancaman pembunuhan dari Iran.

Baca Juga: Dolar AS Bergerak Datar, Pasar Menanti Data Inflasi untuk Prediksi The Fed


Trump diketahui sebelumnya melakukan penerbangan menggunakan pesawat militer dari Turki. Setelah itu, ia secara diam-diam dipindahkan ke pesawat lain sebagai bagian dari langkah pengamanan.

"Saya justru berpikir pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko lebih besar," kata Trump kepada wartawan setelah laporan tersebut mencuat.

Menurut Trump, pesawat yang kemudian ditumpanginya kemungkinan lebih mudah menjadi sasaran karena pihak yang berniat menyerangnya diperkirakan akan mengincar pesawat tersebut.

"Saya pikir pesawat itu memiliki risiko lebih besar karena itulah pesawat yang kemungkinan besar akan mereka incar," ujar Trump.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Rabu (12/8) Pagi, Brent ke US$89,63 dan WTI ke US$83,91

Pergantian pesawat tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai potensi ancaman terhadap keselamatan Trump, menyusul meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Insiden tersebut juga menunjukkan tingginya tingkat kewaspadaan keamanan di sekitar perjalanan Presiden AS di tengah konflik dan ketegangan geopolitik yang melibatkan Washington dan Teheran.