Trump Setujui Pengurangan Agen ICE di Minnesota, Operasi Imigrasi ‘Surge’ Berakhir



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penasihat perbatasan Presiden AS Donald Trump, Tom Homan, mengatakan pada hari Kamis (12/2) bahwa pemerintah melakukan pengurangan secara signifikan jumlah personel penegakan imigrasi (ICE) di Minnesota dan mengusulkan agar lonjakan jumlah imigran di sana diakhiri.

Mengutip dari Reuters, di bawah Operasi Metro Surge, Trump telah mengerahkan sekitar 3.000 agen imigrasi bersenjata pada akhir Januari 2026 untuk mendeportasi imigran di Minnesota, dengan fokus pada Minneapolis, kota terbesarnya.

Baca Juga: Gerakan Rethinking Economics Ubah Cara Ilmu Ekonomi Diajarkan di Kampus Dunia


"Saya telah mengusulkan dan Presiden Trump telah menyetujui agar operasi peningkatan ini diakhiri," kata Homan kepada wartawan dalam konferensi pers.

Melansir dari USA Today, dalam waktu tiga minggu personel penegakan imigrasi telah menembak dan menewaskan beberapa orang salah satunya seorang penyair dan seorang ibu tiga anak. Kejadian ini memicu protes keras dari seluruh penjuru negeri terhadap pemerintahan Trump. 

Menghadapi penolakan yang kuat, pemerintahan Trump menyesuaikan sikapnya. Di Minnesota, Homan menggantikan komandan Patroli Perbatasan Gregory Bovino, yang telah menjadi wajah penegakan imigrasi militer pemerintah. Dalam beberapa hari, Homan mengakui bahwa operasi tersebut perlu "diperbaiki" dan mengatakan bahwa agen akan beralih ke penegakan hukum yang lebih terarah, dengan fokus pada penahanan imigran ilegal dengan catatan kriminal.

Baca Juga: CIA Incar Informan di China, Memanfaatkan Gejolak Internal Militer

Selanjutnya: Bank Jakarta Dukung Dukung Pelita Jaya di IBL 2026

Menarik Dibaca: Tagihan Listrik Bisa Aman! Ini 9 Cara Hangatkan Kamar Tidur Anda Tanpa Boros