KONTAN.CO.ID - PARK CITY. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan program bantuan senilai US$ 8 miliar untuk petani guna meringankan beban biaya bahan bakar diesel selama musim panen 2026. Program ini disiapkan di tengah kenaikan biaya produksi pertanian dan meningkatnya harga bahan bakar di AS. Trump menyampaikan pengumuman tersebut dalam pidato kampanye pemilihan paruh waktu atau midterm election di Kansas pada Senin (19/10/2026). "Malam ini, saya juga dengan senang hati mengumumkan bahwa Departemen Pertanian akan meluncurkan program bantuan bahan bakar panen baru, yang menyediakan dukungan sebesar US$ 8 miliar bagi para petani untuk mengimbangi biaya diesel selama musim panen ini," kata Trump.
Departemen Pertanian AS atau United States Department of Agriculture (USDA) kemudian mengonfirmasi bahwa dana tersebut akan disalurkan kepada petani melalui pembayaran satu kali selama musim panen. Dalam pernyataannya, USDA menyebut bantuan itu ditujukan untuk memberikan keringanan di tengah gangguan pasar sementara dan kenaikan biaya input produksi.
Baca Juga: Trump Buka Peluang Pertemuan dengan Xi dan Putin Bulan Depan, Bahas Senjata Nuklir Program tersebut akan memberikan dukungan secara proporsional kepada produsen pertanian menggunakan formula yang seragam. Perhitungan bantuan didasarkan pada sebagian kerugian yang dimodelkan selama tahun produksi pertanian 2026. USDA menyatakan, penyaluran dana senilai US$ 8 miliar itu akan dikelola oleh Farm Service Agency (FSA), lembaga di bawah Departemen Pertanian AS yang menangani berbagai program bantuan bagi petani.
Bantuan petani AS di tengah kenaikan biaya produksi
Pengumuman tersebut menjadi bagian dari serangkaian janji bantuan keuangan yang disampaikan Trump menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2026. Pemilihan ini akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas Kongres AS. Saat ini, Partai Republik memiliki mayoritas tipis di Senat maupun DPR AS. Namun, tingkat persetujuan terhadap Trump dilaporkan melemah, terutama di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap tingginya biaya hidup. Kenaikan harga bahan bakar turut menambah tekanan terhadap rumah tangga dan sektor usaha di AS. Situasi tersebut terjadi di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang ikut mendorong kenaikan harga energi. Trump dan Partai Republik pun berupaya mempertahankan dukungan pemilih di negara-negara bagian yang menjadi sentra pertanian, terutama wilayah dengan persaingan ketat dalam pemilihan Senat. Sebelumnya, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang diklaim bertujuan memperluas akses terhadap bahan bakar diesel yang dibebaskan dari pajak. Kebijakan itu diumumkan pada awal Oktober 2026.
Baca Juga: China Impor 360.878 Ton Kedelai AS pada September 2026 Trump juga janjikan bantuan tunai bagi warga AS
Selain bantuan untuk sektor pertanian, Trump juga mengusulkan sejumlah program pembayaran tunai bagi masyarakat AS.
Trump sebelumnya mengusulkan pembayaran sebesar US$ 5.000 kepada setiap warga negara dewasa apabila Partai Republik berhasil mempertahankan kendali atas DPR dan Senat dalam pemilihan paruh waktu. Namun, usulan tersebut mendapat tanggapan skeptis dari sejumlah analis, ekonom, bahkan beberapa anggota Partai Republik di Kongres. Pada awal Oktober 2026, Trump juga menyatakan pemerintah AS akan memberikan pembayaran satu kali sebesar US$ 90 kepada lebih dari 20 juta warga yang terdaftar dalam Medicare, program asuransi kesehatan bagi masyarakat lanjut usia. Berbagai janji bantuan tersebut muncul menjelang pemilihan paruh waktu yang diperkirakan menjadi ujian politik penting bagi Trump dan Partai Republik, terutama dalam menghadapi kekhawatiran pemilih mengenai biaya hidup dan tekanan ekonomi.