Trump Siapkan Blokade Jangka Panjang Iran, Tekanan Ekonomi Ditingkatkan



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan telah menginstruksikan para penasihatnya untuk bersiap menghadapi kemungkinan blokade jangka panjang terhadap Iran, sebagai bagian dari strategi meningkatkan tekanan ekonomi di tengah konflik yang masih berlangsung.

Laporan Wall Street Journal yang dikutip Reuters pada Selasa (28/4/2026) menyebutkan, dalam sejumlah pertemuan terbaru, Trump memilih untuk melanjutkan kebijakan pembatasan aktivitas pelayaran ke dan dari pelabuhan Iran guna menekan ekspor minyak negara tersebut.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Bergerak Tipis ke US$4.598 Rabu (29/4) Pagi, Cermati Sikap The Fed


Langkah ini dinilai sebagai opsi yang relatif lebih minim risiko dibandingkan alternatif lain, seperti melanjutkan serangan militer atau justru menarik diri dari konflik.

Hingga kini, Reuters belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut.

Kebijakan blokade ini menjadi bagian dari upaya Amerika Serikat untuk melemahkan perekonomian Iran, khususnya sektor energi yang menjadi tulang punggung pendapatan negara tersebut.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara kedua negara masih belum menunjukkan tanda mereda.

Upaya diplomasi yang dilakukan sejauh ini juga belum menghasilkan kesepakatan konkret untuk mengakhiri konflik.

Baca Juga: Vale Bukukan Laba Kuartal I 2026 Naik 36%, Tapi Masih di Bawah Ekspektasi

Dalam perkembangan terpisah, Trump juga menyatakan bahwa Raja Inggris King Charles III sependapat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat, yang turut membahas isu keamanan global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Situasi ini semakin mempertegas posisi negara-negara Barat dalam menekan program nuklir Iran, sekaligus menambah kompleksitas dinamika geopolitik yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.