Trump Siapkan Keputusan Final soal Iran dan Selat Hormuz Hari Ini (29/5)



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan mengambil keputusan final pada Jumat (29/5/2026) terkait kemungkinan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Keputusan tersebut akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian kapasitas Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Trump menyampaikan dirinya akan menggelar pertemuan di Situation Room, pusat pemantauan krisis global di Gedung Putih, untuk menentukan sikap akhir pemerintah AS.

“Saya akan mengadakan pertemuan sekarang di Situation Room untuk membuat keputusan final,” kata Trump.


Baca Juga: Uni Eropa Ingin Alihkan Triliunan Euro ke Investasi Produktif, Ini Strateginya

Sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan kesepakatan tengah diupayakan untuk memperpanjang gencatan senjata yang berlaku sejak awal April selama 60 hari tambahan. Langkah itu ditujukan untuk memungkinkan kembali normalnya pengiriman minyak dan gas melalui Strait of Hormuz sambil perundingan mengenai program nuklir Iran terus berlangsung.

Trump menegaskan bahwa Iran harus menyetujui larangan permanen terhadap kepemilikan senjata nuklir.

“Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka tanpa pungutan apa pun untuk lalu lintas pelayaran bebas di kedua arah,” ujarnya.

Ia juga menyebut material nuklir Iran akan “digali” oleh Amerika Serikat.

Belum ada tanggapan resmi langsung dari pemerintah Iran. Namun sebelumnya, negosiator utama Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyampaikan sikap skeptis terhadap jaminan dari Washington.

“Kami tidak percaya pada jaminan dan kata-kata, hanya tindakan yang menjadi ukuran. Tidak akan ada tindakan sebelum pihak lain bertindak,” tulis Qalibaf di media sosial.

Ia juga menambahkan bahwa pihak yang memenangkan kesepakatan adalah pihak yang lebih siap menghadapi perang setelah perjanjian berlangsung.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari antara AS dan Israel melawan Iran telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta memicu tekanan ekonomi global akibat melonjaknya harga energi.

Baca Juga: Pasar Kendaraan Listrik AS Lesu, GM-LG Perpanjang Temporary Layoff Pekerja

Gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz jalur strategis perdagangan energi dunia menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, prospek tercapainya kesepakatan baru mendorong harga minyak turun dan pasar saham global menguat pada perdagangan Jumat.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan ranjau laut di Selat Hormuz akan dibersihkan dan kapal-kapal yang terjebak dapat segera kembali berlayar.

“Ucapkan HALO kepada istri, suami, orang tua, dan keluarga kalian dari Presiden favorit kalian!” tulis Trump.

Ia juga menegaskan bahwa “tidak ada uang yang akan ditransfer sampai pemberitahuan lebih lanjut,” yang diduga merujuk pada tuntutan Iran terkait biaya pelayaran di Selat Hormuz, kompensasi perang, atau pencairan dana Iran yang dibekukan di luar negeri.

Sementara itu, Kazakhstan disebut siap menerima stok uranium Iran yang telah diperkaya mendekati level senjata nuklir jika kesepakatan tercapai.

Kepala International Atomic Energy Agency (IAEA) Rafael Grossi mengatakan kepada Financial Times bahwa Kazakhstan telah memberi sinyal kesediaan tersebut.

Kazakhstan saat ini menjadi lokasi bank uranium rendah pengayaan yang diawasi internasional guna menjamin pasokan bahan bakar pembangkit listrik bagi negara anggota IAEA.

Baca Juga: Netanyahu Ingin Kuasai 70% Gaza, Hamas Tuduh Israel Lakukan Pembersihan Etnis