Trump Siapkan Perintah Eksekutif untuk Selamatkan PLTU Batubara AS



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan menginstruksikan Pentagon untuk menggunakan pendanaan pemerintah serta kontrak Departemen Pertahanan guna mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di Amerika Serikat.

Laporan Bloomberg News pada Selasa waktu setempat, mengutip seorang pejabat Gedung Putih, menyebutkan bahwa langkah tersebut akan dituangkan dalam bentuk perintah eksekutif yang akan diumumkan pada Rabu.

Reuters menyatakan belum dapat segera memverifikasi laporan tersebut. Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar di luar jam kerja, sementara pihak Pentagon merujuk permintaan komentar kembali kepada Gedung Putih.


Dalam laporan itu disebutkan, Trump akan mengarahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menjalin perjanjian pembelian listrik dari pembangkit batubara guna mendukung operasi militer.

Baca Juga: Trump Ancam Larang Pembukaan Jembatan Baru AS–Kanada, Desak Perundingan dengan Ottawa

Tak hanya itu, Trump juga disebut akan mengumumkan rencana Departemen Energi (DOE) untuk mengalokasikan dana sebesar US$ 175 juta guna melakukan peningkatan fasilitas di enam PLTU batubara yang berlokasi di Kentucky, North Carolina, Ohio, Virginia, dan West Virginia.

Gedung Putih juga dikabarkan akan menggelar acara pada Rabu untuk mempromosikan penggunaan energi berbasis batubara. Sejumlah eksekutif perusahaan batubara, penambang, serta pemimpin industri energi dijadwalkan menghadiri acara tersebut di Gedung Putih.

Sebelumnya, pada tahun lalu, Trump telah menandatangani sejumlah perintah eksekutif untuk meningkatkan produksi batubara. Kebijakan ini menjadi bagian dari serangkaian langkah yang diambilnya dan dinilai bertentangan dengan upaya global dalam menekan emisi karbon serta transisi menuju energi bersih.

Selanjutnya: Pemerintah Diskon Tarif Transportasi dan Perkuat Perlinsos Jelang Lebaran 2026

Menarik Dibaca: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (11/2)