Trump Tak Peduli Pemilu Sela AS, Yakin Bisa Tekan Iran Lebih Lama



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan dirinya tidak khawatir terhadap dampak politik dari konflik berkepanjangan dengan Iran.

Trump juga menepis anggapan bahwa tekanan pemilu sela (midterm election) November mendatang akan memaksanya segera mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Baca Juga: AS Dikabarkan Menyerang Situs Militer Iran, Prospek Kesepakatan Damai Memudar?


“Mereka pikir bisa menunggu saya menyerah. Mereka bilang, ‘Kami akan menunggunya karena dia menghadapi pemilu sela.’ Saya tidak peduli dengan pemilu sela,” ujar Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu (27/5/2026).

Pernyataan tersebut merujuk pada pandangan pemerintah Iran yang diyakini berharap tekanan politik domestik di AS dapat melemahkan posisi Trump dalam konflik yang kini mendekati bulan keempat.

Sebelumnya, Trump sempat menyebut perang dengan Iran hanya akan berlangsung sekitar empat hingga enam pekan.

Baca Juga: Jepang Akan Menerbitkan Obligasi Sementara untuk Danai Skema Investasi

Namun, konflik terus berlanjut dan beberapa kali Trump memberikan sinyal berbeda terkait kemungkinan berakhirnya perang, mulai dari “dalam hitungan hari” hingga mengakui konflik dapat berlangsung lebih lama.

Komentar Trump muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran sejumlah politisi Partai Republik terkait dampak ekonomi perang terhadap masyarakat AS, terutama lonjakan harga energi dan bahan bakar.

Kenaikan harga bensin dinilai mulai memicu keresahan pemilih dan berpotensi memengaruhi peluang Partai Republik mempertahankan mayoritas di DPR AS maupun Senat pada pemilu sela mendatang.

Tekanan politik terhadap Partai Republik juga meningkat setelah Trump mendukung Ken Paxton dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik di Texas.

Paxton berhasil mengalahkan Senator petahana John Cornyn usai mendapat dukungan langsung dari Trump.

Paxton sendiri sempat tersandung sejumlah kontroversi hukum, termasuk dakwaan penipuan dan proses perceraian yang menjadi sorotan publik.

Baca Juga: AS Fokus Berupaya Mencegah Masuknya Kasus Ebola ke Dalam Negeri

Meski demikian, Trump menilai kemenangan Paxton menjadi sinyal positif menjelang pemilu sela.

“Lihat apa yang terjadi tadi malam. Itu adalah pembuka menuju pemilu sela,” kata Trump.

Dalam rapat kabinet tersebut, Trump juga kembali menyinggung proyek-proyek pembangunan di Washington DC, termasuk renovasi area sekitar Gedung Putih.

Namun, sebagian anggota Partai Republik menilai fokus tersebut dapat mengalihkan perhatian dari isu ekonomi yang lebih mendesak bagi masyarakat AS.