Trump tiba-tiba minta proses penghitungan suara disetop dan tuding terjadi penipuan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya menyerang upaya penghitungan suara yang sah dalam pernyataan dari Gedung Putih Rabu (4/11) pagi. Trump menuding telah terjadi kecurangan dan meminta penghitungan suara dihentikan.

Seruan Trump ini menunjukkan upaya untuk menghitung semua surat suara sama dengan mencabut hak para pendukungnya.

"Jutaan dan jutaan orang memilih kami," kata Trump di East Room seperti dilansir CNN. "Sekelompok orang yang sangat sedih sedang mencoba untuk mencabut hak kelompok orang itu," tambahnya.


Ucapan Trump dipenuhi dengan pernyataan yang menyesatkan dan kepalsuan langsung serta merupakan serangan terhadap proses demokrasi di negara adidaya tersebut.

Baca Juga: Di Masa Pemerintahan Presiden AS Ini, Indeks Saham Mencetak Pertumbuhan Tertinggi

Trump bersikeras bahwa negara bagian di mana penghitungan suara saat ini menunjukkan dia memimpin harus dimenangkan, meskipun suara yang beredar belum dihitung.

Trump mengatakan bahwa dia bersiap untuk mengumumkan kemenangan pada malam sebelumnya.

"Kami bersiap-siap untuk perayaan besar. Kami memenangkan segalanya. Dan tiba-tiba itu dibatalkan," katanya.

Trump tanpa dasar mengklaim telah dilakukan penipuan. "Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan negara kita," klaim Trump.

"Terus terang kami memang memenangkan pemilu ini," katanya, meski jutaan suara masih beredar. Mengatakan dia akan pergi ke Mahkamah Agung AS, Trump mengatakan dia ingin semua pemungutan suara dihentikan.

Selanjutnya: Perhitungan suara belum final, Trump: Kami sudah menang

Editor: Noverius Laoli