Trump: Timnas Iran Boleh ke Piala Dunia 2026, Tapi Keamanannya Diragukan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa tim nasional sepak bola Iran tetap dipersilakan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026. Namun, ia menilai kehadiran tim tersebut berpotensi tidak tepat “demi keselamatan mereka sendiri.”

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (waktu setempat) melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social. Menurut Trump, meski pintu partisipasi tetap terbuka, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Iran Lolos ke Piala Dunia 2026

Timnas Iran telah memastikan diri lolos ke turnamen Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni 2026. Turnamen ini akan diikuti oleh 48 tim, format baru yang lebih besar dibanding edisi sebelumnya.


Dalam jadwal pertandingan fase grup, Iran direncanakan memainkan dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.

“Tim nasional sepak bola Iran dipersilakan datang ke Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak yakin itu tepat bagi mereka, demi keselamatan hidup mereka sendiri,” tulis Trump dalam unggahannya.

Federasi Sepak Bola Iran Bereaksi

Menanggapi pernyataan tersebut, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) merilis pernyataan melalui media sosial pada Kamis malam. Dalam pernyataannya, federasi tersebut menegaskan bahwa negara tuan rumah wajib menjamin keamanan seluruh tim peserta.

“Piala Dunia adalah ajang bersejarah dan internasional, dan pengelolanya adalah FIFA, bukan negara tertentu,” tulis FFIRI.

Federasi itu juga menyindir bahwa jika ada negara yang seharusnya dikeluarkan dari turnamen, maka negara tersebut adalah tuan rumah yang tidak mampu menjamin keselamatan tim peserta.

Trump Tegaskan AS Menjamin Keamanan

Trump kemudian memberikan klarifikasi bahwa potensi ancaman terhadap pemain bukan berasal dari Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan selama turnamen berlangsung.

“Ini akan menjadi acara olahraga terbesar dan paling aman dalam sejarah Amerika,” tulis Trump dalam unggahan lainnya di Truth Social.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh pemain, ofisial, dan penggemar akan diperlakukan layaknya “bintang”.

FIFA Belum Beri Komentar

Hingga saat ini, FIFA selaku badan sepak bola dunia yang mengelola dan menyelenggarakan Piala Dunia belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.

Sementara itu, situasi menjadi semakin kompleks setelah Menteri Olahraga Iran sebelumnya menyatakan bahwa partisipasi tim nasional Iran di turnamen tersebut mungkin tidak memungkinkan. Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap Teheran yang menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

Jika Iran secara resmi menarik diri dari turnamen, hal itu akan menjadi penarikan diri pertama dalam era modern Piala Dunia. Kondisi tersebut juga akan memaksa FIFA untuk segera mencari tim pengganti.

Isu Suaka Atlet Sepak Bola Iran

Di sisi lain, isu politik juga muncul terkait beberapa pemain sepak bola wanita Iran. Awal pekan ini, Australia memberikan visa kemanusiaan kepada lima pesepak bola wanita Iran yang mengajukan suaka selama penyelenggaraan Piala Asia Wanita.

Para pemain tersebut sebelumnya mendapat kritik keras dari media pemerintah Iran setelah tidak menyanyikan lagu kebangsaan saat pertandingan melawan Korea Selatan di kota Gold Coast pada 2 Maret.

Trump bahkan sempat mendesak Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, agar memberikan suaka kepada para pemain tersebut. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat siap menampung mereka jika Australia tidak melakukannya.