Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Kian Memudar



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan. Sikap ini meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.

Seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, proposal Iran mengusulkan agar isu program nuklir ditunda pembahasannya hingga perang berakhir serta sengketa pelayaran di kawasan Teluk terselesaikan.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Selasa (28/4), Saham Otomotif dan Baja Melesat


Namun, pendekatan itu dinilai tidak sejalan dengan posisi Washington. Pemerintah AS menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi bagian utama dalam perundingan sejak awal.

Ketidakpuasan ini muncul setelah Trump menggelar pertemuan dengan para penasihatnya pada Senin (27/4/2026).

Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa AS tidak akan bernegosiasi melalui media dan telah memiliki “garis merah” yang jelas dalam upaya mengakhiri konflik dengan Iran yang dimulai sejak Februari, bersama Israel.

Upaya diplomasi sebelumnya juga belum menunjukkan hasil. Rencana kunjungan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad dibatalkan, sehingga momentum perundingan kembali tertunda.

Baca Juga: Harga Mobil AS Setara Lima Mobil Listrik China, Ini Buktinya

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi terus melakukan diplomasi ke sejumlah negara, termasuk Pakistan, Oman, dan Rusia, serta bertemu Presiden Vladimir Putin.

Di tengah kebuntuan tersebut, harga minyak kembali naik seiring terganggunya pasokan energi global. Jalur strategis Selat Hormuz yang biasanya dilintasi sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia masih belum berfungsi normal.

Data pelacakan kapal menunjukkan hanya sekitar tujuh kapal yang melintas dalam 24 jam terakhir, jauh di bawah kondisi normal sebelum perang yang mencapai 125–140 kapal per hari.

Bahkan, beberapa tanker minyak Iran terpaksa berbalik arah akibat blokade laut oleh AS.

Seorang analis pasar menyebut, pelaku pasar kini lebih memperhatikan aliran fisik minyak daripada pernyataan politik.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Stabil Selasa (28/4) Pagi, Pasar Tunggu Kejelasan Negosiasi AS-Iran

Pasokan yang masih terhambat membuat harga energi tetap tinggi dan berpotensi memicu inflasi global.

Sementara itu, Iran mengecam tindakan penyitaan kapal oleh AS sebagai bentuk “perompakan di laut lepas”.

Proposal yang diajukan Teheran sendiri mengusulkan tahapan perundingan, dimulai dari penghentian perang dan pembukaan kembali jalur perdagangan, sebelum akhirnya membahas isu nuklir.

Di dalam negeri, Trump juga menghadapi tekanan politik akibat konflik yang belum menemukan titik terang, di tengah penurunan tingkat persetujuan publik terhadap kepemimpinannya.