Trump Ultimatum Venezuela: Usir China–Rusia, Minyak Hanya untuk Amerika!



KONTAN.CO.ID - Pemerintahan Donald Trump memberi tahu Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, bahwa Caracas harus memenuhi tuntutan tertentu dari Gedung Putih sebelum diizinkan untuk meningkatkan produksi dan ekspor minyak ke pasar global. 

Mengutip ABC News, syarat utama itu adalah mengakhiri hubungan ekonomi dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba, serta hanya menjalin kerja sama minyak dengan Amerika Serikat. 

Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh Politico, pemerintah AS percaya mereka bisa memaksa Venezuela memenuhi tuntutan tersebut karena hampir semua tangki minyak Venezuela sudah penuh. Jika tidak dijual, negara itu diperkirakan bisa menghadapi kebangkrutan dalam beberapa minggu tanpa pemasukan dari minyak. 


Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Roger Wicker, mengonfirmasi dalam wawancara dengan media bahwa rencana AS berfokus pada mengendalikan minyak Venezuela, termasuk kapal dan tankernya, tanpa memerlukan pasukan militer AS di darat. 

Trump kemudian mengatakan otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan 30–50 juta barel minyak kepada AS untuk dijual di pasar global, dan hasil penjualannya akan dikelola langsung oleh dirinya dengan klaim itu akan “menguntungkan rakyat Venezuela dan AS”. 

Gedung Putih menyatakan tujuan utamanya adalah menggunakan “pengaruh maksimal” untuk membuat Venezuela berhenti menjadi jalur migrasi ilegal, menghentikan peredaran narkotika, memperbaiki infrastruktur minyak, dan membuat keputusan yang dianggap benar bagi rakyat Venezuela. 

Pembicaraan antara delegasi AS dan Venezuela juga sedang berlangsung tentang cara mengalihkan ekspor minyak ke pasar AS, termasuk kemungkinan mengizinkan perusahaan minyak seperti Chevron dan perusahaan lain kembali beroperasi di Venezuela.

Kesimpulan

pemerintahan Donald Trump menggunakan tekanan ekonomi maksimal dengan menjadikan minyak sebagai alat tawar untuk memaksa Venezuela memutus hubungan dengan China dan Rusia serta mengalihkan kerja sama energinya secara eksklusif ke Amerika Serikat. Strategi ini menegaskan bahwa konflik Venezuela bukan lagi semata isu politik domestik, melainkan bagian dari perebutan pengaruh geopolitik global, di mana kendali atas sumber daya energi menjadi kunci utama tanpa harus melibatkan intervensi militer langsung.

Selanjutnya: Spesifikasi dan Harga Realme 16 Pro+: Performa Premium, Harga Rp 7 Jutaan

Menarik Dibaca: Oppo A5 Pro Smartphone RAM Besar 8 GB yang Usung Fast Charging SuperVOOC 45W