Trump Usulkan Pangkas Belanja Sipil 10% dan Tambah Anggaran Pertahanan US$500 Miliar



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (3/4/2026) mengusulkan pemotongan 10% pada belanja non-pertahanan yang bersifat diskresioner untuk tahun anggaran 2027, sekaligus meningkatkan anggaran pertahanan sebesar $500 miliar, menurut dokumen anggaran Gedung Putih.

Perubahan anggaran yang diusulkan presiden ini harus disetujui oleh Kongres AS, yang membutuhkan dukungan bipartisan. Meski demikian, permintaan belanja ini sering dianggap oleh legislator sebagai rekomendasi, bukan kewajiban.

Fokus Politik Jelang Pemilu

Usulan anggaran 2027 mencerminkan prioritas politik pemerintahan Trump menjelang pemilu paruh waktu 2026 pada bulan November, saat Partai Republik yang dipimpin Trump berharap mempertahankan mayoritas tipis di Senat dan DPR AS.


Baca Juga: Para Pemimpin Iran Tampil di Publik untuk Tegaskan Kendali di Tengah Perang AS-Israel

Dalam lembar fakta anggaran, Gedung Putih menyatakan: "Penghematan dicapai dengan mengurangi atau menghilangkan program-program yang 'woke', bersifat politis, dan boros, serta mengembalikan tanggung jawab negara bagian dan lokal ke pemerintah masing-masing."

Beberapa pemotongan yang diusulkan mengikuti langkah pemerintahan Trump untuk mengurangi belanja energi hijau serta menghapus hampir 30 program Departemen Kehakiman yang dianggap "duplikatif" atau "digunakan secara politis" terhadap warga Amerika.

Di sisi lain, anggaran tahun fiskal 2027 juga mengusulkan kenaikan 13% untuk Departemen Kehakiman, dengan tujuan "memaksimalkan kapasitas untuk menghadirkan pelaku kejahatan kekerasan ke pengadilan."

TAG: