Trump Usulkan Pemotongan 10% Belanja Non-Defensif, Tambah Anggaran Militer



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (3/4/2026) mengusulkan pemotongan 10% untuk belanja discretionary non-defensif pada tahun fiskal 2027, sekaligus menambah anggaran pertahanan sebesar $500 miliar, menurut dokumen anggaran Gedung Putih.

Usulan ini harus disetujui oleh Kongres Amerika Serikat, yang memerlukan dukungan bipartisan. Namun, permintaan anggaran sering dianggap oleh legislator sebagai rekomendasi, bukan kewajiban. Anggaran 2027 mencerminkan prioritas politik pemerintahan Trump menjelang pemilu paruh waktu 2026, ketika Partai Republik berharap mempertahankan mayoritas tipis di Senat dan DPR.

Baca Juga: Kapal Tanker Jepang Pertama Berhasil Lewati Selat Hormuz Sejak Perang Iran


“Penghematan dicapai dengan mengurangi atau menghilangkan program yang dianggap woke, weaponized, dan boros, serta dengan mengembalikan tanggung jawab negara bagian dan lokal kepada pemerintah masing-masing,” tulis Gedung Putih dalam fakta sheet anggaran.

Beberapa pemotongan ditujukan pada program energi hijau, serta penghapusan hampir 30 program Departemen Kehakiman yang dianggap duplikatif atau digunakan secara politis terhadap masyarakat.

Di sisi lain, anggaran tahun fiskal 2027 juga meminta kenaikan 13% untuk memperkuat kapasitas Departemen Kehakiman dalam menindak pelaku kriminal kekerasan. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintahan Trump pada keamanan dan penegakan hukum bersamaan dengan prioritas militer yang besar.