Trump-Xi Bertemu Mei, Akankah Gencatan Dagang Kembali Hancur?



KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada Mei dalam kunjungan pertamanya ke China dalam delapan tahun. Kunjungan yang sangat diperhatikan ini terjadi hanya setahun setelah Washington menerapkan tarif global besar-besaran yang terkadang berjalan tidak menentu.

Konfrontasi antara dua ekonomi terbesar dunia itu telah berkembang dari sekadar saling balas tarif (tit-for-tat) menjadi upaya mengelola ketegangan, setelah berbagai putaran perundingan dagang, serta panggilan telepon dan pertemuan antara kedua presiden tahun lalu.

Melansir Reuters, berikut timeline hubungan perdagangan antara AS dan China pada tahun ini dan tahun 2025:


Perkembangan Tahun Ini

MARET:

AS meluncurkan penyelidikan baru terkait perdagangan tidak adil berdasarkan “Section 301” terhadap industri-industri China. China merespons dengan penyelidikan balasan. Rencana penyelenggaraan pertemuan puncak antara Trump dan Presiden Xi Jinping sempat disiapkan, namun Trump menunda kunjungannya ke Beijing hingga pertengahan Mei karena perang Iran masih berlanjut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng serta negosiator perdagangan utama Li Chenggang di Paris untuk putaran pembicaraan keenam, yang disebut kedua pihak sebagai “konstruktif”.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Senin (6/4) Pagi: Brent ke US$110,74 dan WTI ke US$112,25

FEBRUARI: 

Mahkamah Agung AS menolak rezim tarif global Trump. Trump mengindikasikan ia tetap akan menggunakan tarif.

JANUARI: 

China menutup tahun 2025 dengan surplus perdagangan rekor, kemungkinan mendapat keuntungan dari pengalihan perdagangan ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin seiring penurunan ekspor ke AS yang semakin cepat.

Perkembangan Utama Tahun 2025

OKTOBER:

China menunjukkan dominasinya dalam mineral kritis dengan memperluas kontrol ekspor, termasuk menambahkan lebih banyak unsur tanah jarang (rare earth), serta memperketat pengawasan terhadap pengguna semikonduktor.

AS menambahkan tarif 100% lagi atas impor China dan memperkenalkan kontrol ekspor terhadap perangkat lunak penting. Kedua negara juga saling menargetkan industri pelayaran masing-masing.

Trump dan Xi kemudian bertemu di Busan, Korea Selatan, dan sepakat pada gencatan dagang baru. Washington akan memangkas tarif, sementara Beijing akan menindak perdagangan fentanil ilegal, melanjutkan pembelian kedelai AS, dan menghentikan sementara pembatasan ekspor tanah jarang.

SEPTEMBER: 

AS dan China membahas rencana divestasi TikTok. AS mendorong pembicaraan terkait perdagangan bahan kimia, mesin pesawat, serta suku cadangnya dengan China.

Baca Juga: Dolar Stabil Senin (6/4) Pagi di Tengah Kekhawatiran Investor Soal Perang Iran