TSMC Yakin Pertumbuhan Meledak Berkat Lonjakan Permintaan Chip AI



KONTAN.CO.ID - HSINCHU. TSMC, produsen chip kontrak terbesar di dunia yakin pertumbuhan perusahaan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Optimisme ini didorong oleh tingginya permintaan komputasi dan semikonduktor canggih seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam pertemuan pemegang saham tahunan di Hsinchu, CEO TSMC C.C. Wei mengatakan pelanggan masih sangat positif terhadap prospek AI. Ia menegaskan bahwa adopsi model AI terus meningkat di berbagai sektor, mulai dari konsumen, perusahaan, hingga aplikasi “sovereign AI”.

“Tren ini mendorong kebutuhan daya komputasi yang lebih besar, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan kuat untuk chip semikonduktor canggih,” ujar Wei.


Baca Juga: Bursa Asia Melemah Imbas Memanasnya Konflik AS-Iran, Harga Minyak dan Bitcoin Turun

Di tengah kenaikan biaya komponen, Wei menyebut perusahaan terus memantau tekanan harga, namun tetap menekankan strategi bisnis jangka panjang. Saat ditanya soal kemungkinan kenaikan harga ke pelanggan, ia mengatakan TSMC tidak ingin melakukan kenaikan harga secara tiba-tiba seperti yang terjadi di industri memori.

“Kami ingin tetap menghasilkan keuntungan, tetapi tidak ingin menaikkan harga secara mendadak. Itu tidak berkelanjutan. TSMC berfokus pada operasi jangka panjang yang stabil,” katanya.

TSMC juga menegaskan komitmennya untuk memenuhi permintaan global, meski produksi di Amerika Serikat diperkirakan masih membutuhkan waktu lama untuk benar-benar memenuhi kebutuhan pelanggan di sana. Perusahaan diketahui tengah menginvestasikan sekitar 165 miliar dolar AS untuk pembangunan fasilitas produksi di Arizona.

Wei juga menyoroti kinerja perusahaan yang kuat selama setahun terakhir, termasuk lonjakan harga saham yang naik signifikan. Di sisi lain, ia menegaskan komitmen TSMC terhadap kesejahteraan karyawan, dengan skema pembagian keuntungan yang meningkat sekitar 30% dari 2023 ke 2024, dan kembali naik 30% pada 2025, dengan proyeksi kenaikan lanjutan di 2026.

Di tengah tekanan geopolitik yang terus membayangi Taiwan akibat ketegangan dengan China, TSMC tetap menegaskan bahwa Taiwan merupakan pusat manufaktur paling efisien bagi perusahaan, sekaligus lokasi utama riset dan produksi mereka.

Sementara itu, di ajang teknologi global Computex yang digelar di Taiwan, sejumlah tokoh industri teknologi turut menyoroti pentingnya peran Taiwan dalam rantai pasok global. CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan menekankan bahwa pasokan GPU dan CPU masih menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan AI.

Baca Juga: Harga Emas Menguat Didorong Pelemahan Dolar AS dan Turunnya Harga Minyak

Di sisi lain, Intel dan Samsung Electronics juga disebut terus bersaing ketat dalam ekosistem semikonduktor global yang semakin terdorong oleh permintaan AI.

Dengan gelombang AI yang belum menunjukkan tanda melambat, TSMC menegaskan posisinya sebagai pemain kunci yang berada di pusat rantai pasok teknologi dunia.