TubanPetro pastikan pengembangan bisnis tetap jalan di tengah covid-19



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) memastikan operasional perusahaan dan produksi tetap berjalan normal di tengah pandemi Covid-19. TubanPetro juga memastikan berbagai rencana pengembangan bisnis di anak usaha berjalan on the track dan tidak ada penundaan.

Direktur Utama TubanPetro Sukriyanto menyampaikan, program penugasan Pemerintah berupa peningkatan kapasitas produksi di anak usaha yakni PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) terus dilakukan.

TubanPetro mendorong TPPI mengintegrasikan kilang aromatic dengan olefin dan downstream agar lebih efisien dan kompetitif. Sehingga, dapat meningkatkan produktivitas, profitabilitas dan sustainabilitas perusahaan.  


Baca Juga: TubanPetro berikan bantuan kantong Jenazah dan APD ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Sukriyanto menjelaskan, saat ini terdapat beberapa proyek pengembangan kilang TPPI yaitu Revamp Platformer, dan Revamp Aromatik. Kemudian, TPPI akan melakukan pembangunan olefin cracker dan dilanjutkan pembangunan downstream olefin.

Di akhir 2019, TubanPetro telah menyuntikkan modal ke TPPI sebesar US$ 70 juta di mana US$ 35 juta akan digunakan untuk proyek revamping dimaksud. TubanPetro bersama dengan Pertamina berkomitmen untuk mendukung pendanaan untuk penyelesaian proyek revamping tersebut yang dijadwalkan akan diselesaikan di akhir 2022. 

Untuk revamp platforming, bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan unit platforming dari 50 ribu barrel perhari menuju 55 ribu barrel per hari. Sedangkan Revamp Aromatik adalah untuk memproduksi 780 ribu ton per tahun paraxylene dari kapasitas saat ini sebesar 600 ribu ton.

Hal ini dilakukan untuk menaikkan pendapatan perusahaan dan memenuhi kebutuhan domestik paraxylene serta menurunkan impor.

Peningkatan kapasitas TPPI ini dilakukan pasca tuntasnya proses konversi utang TubanPetro menjadi saham, serta masuknya Pertamina sebagai pemegang saham mayoritas di TubanPetro. 

Menurut Sukriyanto, pengembangan dalam rangka meningkatkan performance group dan mendukung roadmap pengembangan petrokimia Pertamina yang terintegrasi dengan bisnis migas Pertamina yang ada selama ini sehingga dimungkinkan untuk segera direalisasikan dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Jokowi: Kilang petrokimia TPPI bisa hemat devisa hingga US$ 4,9 miliar

Editor: Yudho Winarto