JAKARTA. Tuduhan adanya ‘provider setengah mafia’ dalam layanan listrik prabayar atau pulsa listrik (token) dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan baru, apabila tidak terbukti benar. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dalam konferensi pers, kemarin Senin (7/9) menyebut, pulsa listrik yang diperoleh pelanggan tersedot 27% karena adanya ‘provider setengah mafia’ itu. Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean tuduhan Rizal itu sangat serius, sebab sebagai Menko, Rizal tentu memiliki data valid dan aktual atas apa yang disampaikan.
Tuduhan Rizal Ramli bisa timbulkan kegaduhan baru
JAKARTA. Tuduhan adanya ‘provider setengah mafia’ dalam layanan listrik prabayar atau pulsa listrik (token) dikhawatirkan menimbulkan kegaduhan baru, apabila tidak terbukti benar. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dalam konferensi pers, kemarin Senin (7/9) menyebut, pulsa listrik yang diperoleh pelanggan tersedot 27% karena adanya ‘provider setengah mafia’ itu. Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean tuduhan Rizal itu sangat serius, sebab sebagai Menko, Rizal tentu memiliki data valid dan aktual atas apa yang disampaikan.