TUGU dan Pertamina Foundation Dorong UMKM Melek Keuangan dan Perlindungan Asuransi



KONTAN.CO.ID - Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation telah menghadirkan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, serta mengembangkan kapasitas usaha. Kegiatan yang berlangsung di Pasar Ngasem, Yogyakarta di awal Oktober 2026 ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan UMKM yang tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga menghadirkan edukasi, kolaborasi, dan dukungan pengembangan usaha.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tugu Insurance berkolaborasi dengan melakukan edukasi literasi keuangan dan memberikan perlindungan asuransi gratis bagi pelaku UMKM. Kolaborasi yang dilakukan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman pelaku usaha bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memasarkan produk dan meningkatkan penjualan, tetapi juga oleh pengelolaan keuangan yang sehat serta kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko usaha. Kegiatan ini juga merupakan salah satu Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tugu Insurance yang biasa disebut dengan Bakti Tugu, pada pilar Pendidikan dan Literasi Keuangan serta pilar Pemberdayaan Masyarakat.

Pemahaman mengenai pemisahan keuangan pribadi dan usaha, perencanaan keuangan, pengelolaan arus kas, hingga perlindungan terhadap risiko dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan secara lebih terencana sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga. Untuk memperluas jangkauan edukasi, Tugu Insurance juga melibatkan para mahasiswa penerima beasiswa Sobat Bumi Pertamina di Yogyakarta sebagai fasilitator. Sebelum mendampingi pelaku UMKM, mahasiswa tersebut mengikuti Training for Facilitator (ToF) untuk mendapatkan bekal pemahaman mengenai literasi keuangan dan kemampuan menyampaikan edukasi secara interaktif.


Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa kemudian diterapkan dalam Workshop Literasi Keuangan UMKM yang ditujukan bagi 60 pelaku UMKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi mengambil peran sebagai fasilitator yang membantu menyampaikan materi dan membangun interaksi langsung dengan pelaku usaha. Pendekatan tersebut diharapkan membuat edukasi lebih dekat dengan situasi dan kebutuhan yang dihadapi UMKM dalam menjalankan kegiatan usahanya sehari-hari.

“Penguatan UMKM tidak hanya berbicara mengenai bagaimana produk dapat dipasarkan dan menjangkau lebih banyak konsumen, tetapi juga bagaimana usaha tersebut memiliki fondasi keuangan yang sehat dan kesiapan dalam menghadapi risiko. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan edukasi yang dapat diterapkan dalam keseharian pelaku usaha. Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting karena mereka dapat menjadi penghubung dalam menyampaikan pengetahuan dengan pendekatan yang lebih interaktif dan dekat dengan masyarakat,” ujar Dudi Subekti, Corporate Secretary Tugu Insurance.

Melalui Program Tugu EduAction, Tugu Insurance secara berkelanjutan memperluas jangkauan edukasi pengelolaan keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat. Hingga saat ini, Tugu  Insurance telah melibatkan lebih dari 200 mahasiswa dari 7 universitas sebagai fasilitator edukasi keuangan bagi masyarakat. Bersama para mahasiswa tersebut, Tugu Insurance telah menjangkau beragam kelompok masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, petani, nelayan, ibu rumah tangga, hingga masyarakat pesisir. Inisiatif ini menjadi wujud komitmen Tugu Insurance dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan serta memperluas akses terhadap edukasi keuangan secara berkelanjutan.

Partisipasi Tugu Insurance dalam Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 menjadi pertemuan antara sektor swasta, dunia pendidikan, dan ekosistem UMKM dalam satu rangkaian kegiatan. Bagi mahasiswa, keterlibatan sebagai fasilitator menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan fasilitasi sekaligus berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Sementara bagi pelaku UMKM, edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengelola keuangan secara lebih terencana dan memahami perlindungan yang dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungan usaha. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemberdayaan UMKM diharapkan tidak berhenti pada peningkatan akses pasar, tetapi turut mendorong terbentuknya usaha yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News