Tugu Insurance Libatkan Mahasiswa Sebarkan Literasi Keuangan ke Petani dan Pelajar



KONTAN.CO.ID - Tugu Insurance melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bakti Tugu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui penyelenggaraan rangkaian program Tugu EduAction. Tugu Insurance melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan edukasi keuangan. Para mahasiswa terlebih dahulu dibekali pengetahuan dan keterampilan fasilitasi, kemudian menerapkan pembelajaran tersebut secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang berbeda, mulai dari petani di Cianjur hingga siswa sekolah dasar di Cilacap.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui dua rangkaian pelatihan dengan sasaran yang berbeda. Melalui Training of Facilitators (ToF) Bijak Kelola Keuangan, mahasiswa penerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) dipersiapkan untuk menjadi fasilitator literasi keuangan bagi petani dan keluarga. Rangkaian pertama diawali dengan penyelenggaraan Training of Facilitators (ToF) Bijak Kelola Keuangan di Wisma Tugu 1, Jakarta. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, keterampilan komunikasi, serta teknik fasilitasi agar mampu menyampaikan materi literasi keuangan secara efektif dan partisipatif kepada masyarakat.

Implementasi dari pelatihan tersebut diterapkan langsung melalui Program Literasi Keuangan bagi Petani dan Keluarga dengan tema “Bijak Kelola Keuangan, Menuju Hidup Lebih Sejahtera” yang diselenggarakan di Desa Pakuon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri sekitar 62 petani dari 2 Kelompok Tani Hutan yang sebelumnya telah menerima bantuan bibit pohon dari Tugu Insurance.


Kegiatan ini menjadi bagian dari keberlanjutan Hutan Adopsi Tugu Insurance, yang telah berjalan sejak tahun 2021 dan mendukung produktivitas serta pendapatan petani binaan. Seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, Bakti Tugu melihat pentingnya memperkuat kemampuan petani dalam mengelola hasil panen yang diterima secara musiman agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Sementara itu, rangkaian kedua menyasar kelompok masyarakat yang lebih muda melalui kolaborasi antara Tugu Insurance dan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam Training of Trainers (ToT) Pelatihan Bijak Kelola Keuangan di Sekolah Bisnis IPB, Bogor, dan diikuti oleh lebih dari 70 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar literasi keuangan, teknik fasilitasi, serta metode pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

Bekal tersebut kemudian dibawa mahasiswa ke lokasi KKN di 10 desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk diterapkan kepada sekitar 300-400 siswa SD. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini, tetapi juga menanamkan kebiasaan finansial yang sehat sejak usia sekolah.

Kedua rangkaian tersebut mengusung pendekatan edukasi berjenjang, di mana pengetahuan yang diberikan Tugu Insurance kepada mahasiswa tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi diteruskan kembali melalui interaksi langsung dengan masyarakat di lapangan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menerapkan pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga mengambil peran sebagai agen yang membantu memperluas jangkauan edukasi literasi keuangan.

“Kami percaya bahwa literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perlu terus diperluas, termasuk sejak usia dini. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan edukasi secara langsung, tetapi juga melibatkan generasi muda sebagai fasilitator dan agen perubahan. Melalui kolaborasi dengan KSE dan IPB, kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat diteruskan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai kelompok usia,” ujar Dudi Subekti, Corporate Secretary Tugu Insurance.

Kolaborasi antara Bakti Tugu dengan lembaga pendidikan menghadirkan literasi keuangan melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat. Sementara bagi penerima manfaat, edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih terencana, baik dalam mengelola pendapatan keluarga maupun membangun kebiasaan finansial sejak dini.

Melalui Tugu EduAction, Bakti Tugu terus mendorong kolaborasi antara sektor swasta, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk memperluas akses terhadap literasi keuangan. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai penghubung, manfaat edukasi diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus diteruskan ke lingkungan dan masyarakat yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News