Tugu Insurance Sebut Lini Asuransi Energi Masih Memiliki Prospek Positif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) menilai lini asuransi energi baik onshore maupun offshore masih memiliki prospek positif ke depannya. 

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar mengatakan prospeknya sejalan dengan perkembangan aktivitas sektor minyak bumi dan gas (migas). Sebab, hal itu dapat mendorong kebutuhan proteksi risiko yang makin besar dan kompleks.

"Dilihat sejalan dengan pertumbuhan investasi di migas yang terus bertumbuh," ungkapnya saat media gathering di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).


Sebagai informasi, berdasarkan data SKK Migas dan Kementerian ESDM, wilayah kerja naik dari 75 blok pada 2025 menjadi 110 blok migas pada 2026, sedangkan rencana investasi hulu 2026 sebesar US$ 16 miliar.

Baca Juga: Tugu Insurance Catatkan Laba Tumbuh 76,87% pada Semester I-2026

Fitri menerangkan hal itu bisa menjadi peluang bagi Tugu Insurance. Dia bilang perusahaan asuransi yang mampu untuk mengelola industri migas itu tidak banyak. Asal tahu saja, hanya ada 8 perusahaan asuransi yang cover sektor energi, khususnya offshore.

"Kami mampu untuk cover asuransi dalam industri migas, karena Tugu memiliki kekuatan fundamental yang kuat untuk melakukan itu. Sebab, untuk cover seluruh risiko energi itu membutuhkan fondasi keuangan yang kuat. Tugu juga memiliki pengalaman kurang lebih 44 tahun dan didukung jejaring reasuransi yang kuat dari internasional," tuturnya.

Lebih lanjut, Fitri mengungkapkan porsi premi Tugu Insurance dari lini asuransi energi sebesar 30% terhadap total premi pada 2025. Adapun Tugu Insurance mencatatkan premi bruto sebesar Rp 6,37 triliun pada 2025.

Fitri juga menerangkan ada tantangan dalam menggarap asuransi energi. Dia mengatakan tantangannya karena risiko migas adalah high risk, sehingga perusahaan tidak hanya berperan untuk cover asuransi, melainkan memainkan peran sebagai partner manajemen risiko bagi pihak-pihak di industri migas. 

"Kami membantu melakukan risk assessment-nya dan membuatkan program loss prevention, sehingga mitigasi-mitigasi ke depannya akan lebih terjaga dengan baik. Jadi, kami tidak hanya memainkan peran untuk asuransi, melainkan juga sebagai partner manajemen risikonya," ucapnya.

Baca Juga: Punya Fondasi Kuat, Simak Prospek Tugu Insurance (TUGU)

Senada, Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi juga menilai prospek lini asuransi energi masih positif. Dia bilang kalau di dalam negeri, ada banyak sekali proyek, terutama untuk energi offshore (lepas pantai) untuk yang upstream (hulu). 

Selain itu, Fadlil bilang dengan adanya rating internasional yang dimiliki perusahaan, yakni A- atau excellent dari AM Best Financial Strength Rating pada 2025, Tugu Insurance bisa dipercaya pihak-pihak dalam menggarap asuransi energi, tak terkecuali di luar negeri.

"Jadi, rating internasional dari AM Best itu seperti surat izin mengemudi di luar negeri. Kami juga cover onshore dan offshore-nya Petrovietnam (perusahaan minyak dan gas milik Vietnam), termasuk cover untuk migas Korea dan Maurel & Prom di Perancis," tuturnya.

Dengan demikian, Fadlil menyebut pihaknya juga melihat risiko-risiko energi yang ada di dunia yang masuk appetite perusahaan. Dia bilang kalau terms and conditions, kontraknya cocok, dan harganya cocok, itu bisa Tugu Insurance cover. 

Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini onshore tumbuh 185,6% Year on Year (YoY) menjadi 178 miliar pada kuartal I-2026, sedangkan offshore terkontaksi 51,5% YoY menjadi Rp 90 miliar. 

Baca Juga: Tugu Insurance (TUGU) Cetak Laba Rp 265,6 Miliar di Tengah Gejolak Global

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News