Tugure Angkat Bicara Mengenai Rencana Konsolidasi Reasuransi BUMN



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) angkat bicara mengenai rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang ingin menggabungkan atau konsolidasi perusahaan reasuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Direktur Keuangan Tugure Dradjat Irwansyah mengatakan bahwa Tugure juga masuk dalam ekosistem reasuransi milik negara bersama PT Reasuransi Nasional Indonesia atau Nasre dan PT Reasuransi Indonesia Utama atau Indonesia Re. Untuk Tugure, dia menjelaskan bahwa kepemilikan perusahaan terdiri dari swasta dan BUMN.

Mengingat sebagian besar kepemilikan oleh swasta, Dradjat bilang aksi konsolidasi untuk Tugure saat ini masuk dalam proses kajian. Hal itu juga dibahas ketika diskusi dengan pemegang saham. Dengan demikian, belum ada keputusan pasti mengenai Tugure akan masuk dalam rencana konsolidasi atau tidak.


Baca Juga: Asei Beberkan Tantangan Dalam Mengimplementasikan PSAK 117, Apa Saja?

"Mereka secara eksplisit bilang bahwa belum ada keputusan untuk mengikutsertakan Tugure di dalam proses merger. Jadi, Tugure saat ini memang sedang dalam proses untuk dilakukan kajian. Sebab, sebagian besar pemilikan masih ada kaitannya dengan swasta," katanya saat ditemui di Gedung Tugure, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Asal tahu saja, dalam laporan keuangan perusahaan, Tugure dimiliki oleh PT Tugu Pratama Interindo sebesar 50,74%, sedangkan PT Asriland sebesar 49,26%. 

Terkait kinerja berdasarkan laporan keuangan audited versi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, Tugure mencatatkan hasil jasa asuransi sebesar Rp 192,28 miliar pada 2025. Nilainya meningkat signifikan 2.046%, jika dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 8,9 miliar

Adapun hasil investasi pada 2025 tercatat sebesar Rp 254,4 miliar. Nilainya tumbuh 57%, jika dibandingkan pencapaian pada 2024 yang sebesar Rp 161,2 miliar. 

Tugure juga membukukan laba bersih sebesar Rp 110 miliar pada 2025. Perusahaan berhasil membalikkan kondisi dari rugi Rp 35,93 miliar pada 2024. 

Baca Juga: Motor Listrik Dapat Insentif Lagi, Multifinance Siap Serbu Pembiayaan EV

Dari sisi permodalan, Tugure mencatatkan ekuitas sebesar Rp 1,55 triliun pada 2025. Artinya, Tugure telah memenuhi ketentuan modal minimum industri reasuransi tahap pertama yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News