Tugure Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Investasi pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja investasi pada 2026. Direktur Keuangan Tugure Dradjat Irwansyah mengatakan tantangan utama berasal dari volatilitas global, risiko geopolitik, hingga tekanan kurs Rupiah.

"Tantangan tersebut bisa memengaruhi harga mark to market dan risk sentiment," katanya kepada Kontan, Rabu (18/3).

Meski demikian, Dradjat menyampaikan terdapat juga peluang yang bisa dioptimalkan untuk mendorong kinerja investasi pada 2026. Dia bilang peluangnya melalui penguatan disiplin Asset Liability Management (ALM) dan pengelolaan durasi untuk mengunci risk adjusted yield. 


Baca Juga: Inilah 10 Unitlink Saham yang Mencetak Return Tertinggi pada Februari 2026

"Selain itu, mengoptimalisasi instrumen high quality, seperti Surat Berharga Negara (SBN) atau corporate bonds dengan kredit kuat untuk menjaga liquidity dan capital charge," ungkapnya.

Dradjat menerangkan peluang juga datang dari penguatan kerangka portfolio governance agar setiap peluang imbal hasil atau yield tetap sejalan dengan profil liabilitas dan target solvency perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Tugure mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 223,19 miliar pada 2025. Nilainya meningkat 64,19%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 135,93 miliar.

Mengenai hal itu, Dradjat mengatakan meningkatnya hasil investasi tersebut tak terlepas dari adanya kenaikan imbal hasil dari instrumen investasi.

"Faktor pendorong secara umum berasal dari kombinasi yield (imbal hasil) carry yang solid dari portofolio fixed income baik Surat Berharga Negara (SBN) dan corporate bonds, serta optimasi asset allocation dan liquidity placement pada deposito," katanya.

Faktor lainnya, yakni penerapan disiplin risk management baik Asset Liability Management (ALM), duration management, dan selektivitas instrumen, yang membuat portofolio tetap resilien di tengah volatilitas pasar. 

Drajat menerangkan secara portofolio, posisi total investasi Tugure per akhir 2025 mencapai Rp 3,8 triliun. Porsi terbesar berada di instrumen SBN sebesar Rp 1,41 triliun.

Baca Juga: Jumlah Kartu BRIZZI Capai 25,22 Juta Hingga Akhir Tahun 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: