Hasil Investasi Tugure Tertekan Pasar, Baru Capai 38% Target Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mengungkapkan realisasi hasil investasi hingga Juni 2026.

Direktur Keuangan Tugure, Dradjat Irwansyah menyampaikan bahwa per Juni 2026 hasil investasi perusahaan tercatat mencapai 38% terhadap target semester I-2026 dan 17% terhadap target tahun 2026.

Dradjat mengungkap, kinerja hasil investasi pada periode paruh pertama tahun ini tidak lepas dari tekanan yang membayangi pasar keuangan.


Baca Juga: Kredit Perbankan Melaju 12,67% di Juni 2026, Undisbursed Loan Capai Rp 2.490 Triliun

"Kinerja hasil investasi turut merasakan tekanan yang sejalan dengan industri, terutama akibat koreksi pasar saham dan reksa dana," ujarnya kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Meski imbal hasil dari kupon obligasi yang terkumpul dan bunga deposito masih mencatat kinerja positif. Namun, kontribusinya belum bisa menutupi unrealized loss pada instrumen berbasis ekuitas dan fixed income, khususnya reksa dana yang dimiliki perusahaan dengan underlying saham dan obligasi yang pencatatannya mengikuti nilai wajar sesuai PSAK 109.

Selain itu, kenaikan BI Rate sebanyak 2 kali pada Juni 2026 hingga ke level 5,75% ikut menekan harga obligasi pemerintah maupun korporasi sehingga reksa dana fixed income perusahaan juga ikut menurun dan menekan hasil investasi secara keseluruhan.

Di sisi lain, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan IDX30 turut berdampak signifikan terhadap portofolio saham Tugure yang relatif mencerminkan pergerakan indeks IDX30. Alhasil, kinerja hasil investasi berbasis saham juga mengalami tekanan.

Di tengah kondisi ini, Dradjat menjelaskan bahwa Surat Utang Negara menjadi kontributor utama terhadap hasil investasi mereka. Selain itu, deposito berjangka dan obligasi korporasi juga ikut berkontribusi menjaga portofolio perusahaan tetap defensif di tengah volatilitas pasar. 

Sementara itu, untuk saham dan reksadana disebut masih dalam tekanan seiring dengan koreksi pasar modal domestik.

Baca Juga: Dana Pensiun BCA Ungkap Tantangan Kelola Investasi hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News