Tugure Catatkan Kinerja Positif Terkait Hasil Investasi pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mencatatkan kinerja positif terkait hasil investasi pada 2025. Berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Tugure mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 223,19 miliar pada 2025. Nilainya meningkat 64,19%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 135,93 miliar.

Direktur Keuangan Tugure Dradjat Irwansyah mengatakan meningkatnya hasil investasi tersebut tak terlepas dari adanya kenaikan imbal hasil dari instrumen investasi.

"Faktor pendorong secara umum berasal dari kombinasi yield (imbal hasil) carry yang solid dari portofolio fixed income baik Surat Berharga Negara (SBN) dan corporate bonds, serta optimasi asset allocation dan liquidity placement pada deposito," katanya kepada Kontan, Rabu (18/3/2026).


Baca Juga: OJK: Inflasi Medis Masih Jadi Tantangan bagi Asuransi Kesehatan Tahun Ini

Faktor lainnya, yakni penerapan disiplin risk management baik Asset Liability Management (ALM), duration management, dan selektivitas instrumen, yang membuat portofolio tetap resilien di tengah volatilitas pasar. 

Drajat menerangkan secara portofolio, posisi total investasi Tugure per akhir 2025 mencapai Rp 3,8 triliun. Porsi terbesar berada di instrumen SBN sebesar Rp 1,41 triliun. 

Meski hasil investasi naik signifikan, Drajat menyebut perusahaan tak serta-merta mengedepankan hasil investasi sebagai penopang laba. Dia melihatnya kenaikan hasil investasi bukan sebagai ketergantungan, melainkan income diversification atau diversifikasi pendapatan yang sehat. 

Drajat menerangkan laba tidak hanya ditopang dari sektor investasi saja, melainkan juga hasil underwriting yang positif sebesar Rp 91,5 miliar pada 2025.

Baca Juga: Mandiri Inhealth Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mudik Lebaran

Lebih lanjut, dia mengatakan kenaikan hasil investasi memperkuat earnings buffer dan mendukung stabilitas laba saat siklus underwriting industri sedang tidak sepenuhnya kondusif. Pada saat yang sama, posisi kesehatan keuangan juga tetap kuat dengan Rasio Pencapaian Tingkat Solvabilitas sebesar 200% dan Rasio Kecukupan Investasi sebesar 127% pada 2025.

"Artinya, kontribusi investasi dikelola dalam koridor prudential limit, sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan portofolio," kata Drajat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News