BEIJING. Hari ini, rupiah Indonesia dan dolar Singapura memimpin kenaikan mata uang Asia. Penguatan tersebut disebabkan adanya spekulasi bakal ada perbaikan dalam sistem finansial perbankan Amerika Serikat (AS). Jika hal itu terjadi, tentunya akan meningkatkan permintaan aset-aset di emerging market. Sebaliknya, won milik Korea Selatan melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir. Tujuh dari sepuluh mata uang Asia paling aktif –di luar yen Jepang- mengalami penguatan terhadap dolar AS. Hal ini dipicu oleh pernyataan JPMorgan dan Citigroup Inc yang mengatakan bahwa mereka berhasil membukukan laba pada bulan Januari hingga Februari lalu. “Kita bisa memprediksi pelemahan dolar terhadap sejumlah mata uang di Asia,” ujar Emmanuel Ng, Economist Oversea Chinese Banking Corp di Singapura.
Tujuh dari Sepuluh Mata Uang Asia Perkasa Atas Dolar
BEIJING. Hari ini, rupiah Indonesia dan dolar Singapura memimpin kenaikan mata uang Asia. Penguatan tersebut disebabkan adanya spekulasi bakal ada perbaikan dalam sistem finansial perbankan Amerika Serikat (AS). Jika hal itu terjadi, tentunya akan meningkatkan permintaan aset-aset di emerging market. Sebaliknya, won milik Korea Selatan melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir. Tujuh dari sepuluh mata uang Asia paling aktif –di luar yen Jepang- mengalami penguatan terhadap dolar AS. Hal ini dipicu oleh pernyataan JPMorgan dan Citigroup Inc yang mengatakan bahwa mereka berhasil membukukan laba pada bulan Januari hingga Februari lalu. “Kita bisa memprediksi pelemahan dolar terhadap sejumlah mata uang di Asia,” ujar Emmanuel Ng, Economist Oversea Chinese Banking Corp di Singapura.