JAKARTA. Perusahaan kelapa sawit mulai mendaftar untuk mendapatkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Saat ini, tujuh perusahaan sawit sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah. Rismansyah Danasaputro, Direktur Tanaman Tahunan Kementerian Pertanian (Kemtan), mengatakan, pemerintah akan segera menjalankan uji coba ISPO. "Sertifikasi ISPO tergantung kepada perusahaan yang mengajukan permohonan. Targetnya tahun ini akan kita berlakukan 10 sertifikasi," ujar Rismansyah. Sayang, ia enggan menyebut nama-nama perusahaan itu. Ia menegaskan, sertifikat ISPO ini baru berlaku bagi semua perusahaan sawit di Indonesia pada 2016. Saat ini, jumlah perusahaan kelapa sawit di dalam negeri sekitar 2.000 perusahaan. Namun, tak semua perusahaan sawit berhak mengajukan sertifikat ISPO.
Tujuh perusahaan daftar sertifikasi ISPO
JAKARTA. Perusahaan kelapa sawit mulai mendaftar untuk mendapatkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Saat ini, tujuh perusahaan sawit sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah. Rismansyah Danasaputro, Direktur Tanaman Tahunan Kementerian Pertanian (Kemtan), mengatakan, pemerintah akan segera menjalankan uji coba ISPO. "Sertifikasi ISPO tergantung kepada perusahaan yang mengajukan permohonan. Targetnya tahun ini akan kita berlakukan 10 sertifikasi," ujar Rismansyah. Sayang, ia enggan menyebut nama-nama perusahaan itu. Ia menegaskan, sertifikat ISPO ini baru berlaku bagi semua perusahaan sawit di Indonesia pada 2016. Saat ini, jumlah perusahaan kelapa sawit di dalam negeri sekitar 2.000 perusahaan. Namun, tak semua perusahaan sawit berhak mengajukan sertifikat ISPO.