Tujuh sektor menekan IHSG



KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 9,87 poin atau 0,17% ke level 5.901,83 pada akhir sesi satu, Senin (25/9). Tujuh sektor menekan IHSG ke zona merah.

Penurunan terbesar berasal dari sektor pertambangan yang turun 1,51%. Sektor perdagangan terkoreksi 0,33%. Sedangkan sektor keuangan turun 0,28%. Sektor aneka industri terkoreksi 0,09%.

Sektor infrastruktur turun 0,04%. Sedangkan sektor perkebunan dan barang konsumer turun masing-masing 0,01% dan 0%.


Tiga sektor masih melaju dengan peningkatan tertinggi pada sektor industri dasar 0,31%, disusul oleh sektor konstruksi 0,14% dan sektor manufaktur 0,05%.

Beberapa saham tambang memang menjadi pemberat pada indeks LQ45. Tapi, dua saham dengan penurunan terbesar bukan merupakan saham tambang. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menjadi top losers pada LQ45, dengan penurunan 4,10%. Posisi kedua ada PT PP Tbk (PTPP) yang harga sahamnya turun 3,11%.

Sedangkan tiga peringkat selanjutnya baru dihuni oleh emiten tambang, yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).

Satu saham grup MNC lainnya, yakni PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) justru menjadi top gainers LQ45 dengan kenaikan harga saham 1,87%. Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) pun mencatat kenaikan besar, yakni 1,57%, disusul oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang naik 1,46%.

Penjualan bersih asing di pasar reguler bertambah menjadi Rp 101,58 miliar, dengan penjualan asing bersih di seluruh pasar Rp 96,2 miliar.

Asing mencatat penjualan bersih pada saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 59 miliar, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 19,3 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 17,7 miliar.

Di sisi lain, pembelian bersih masih tampak pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 39,5 miliar, PT MNC Land Tbk (KPIG) Rp 15,5 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 5,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati