Tuku Fokus Kembangkan Produk Ramah Lingkungan di Toserbaku



KONTAN.CO.ID - TANGERANG SELATAN. Tuku melalui salah satu lini bisnisnya Toko Serba Tuku atau Toserbaku menargetkan produk ramah lingkungan menjadi pendorong pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.

Manajemen Tuku meyakini, konsep ramah lingkungan ini bukan hanya identitas kreatif tetapi juga arah strategis.

“Kami melihat potensi besar dalam produk daur ulang dan upcycle sebagai lini yang relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Diana Frances, VP Growth and Expansion Tuku, dalam perayaan ulang tahun Toserbaku yang ke-4 di gerai Tuku BSD, Jumat (28/8).


Menurutnya, ini bukan sekadar ekspansi produk, tetapi komitmen untuk memastikan bahwa setiap langkah bisnis membawa dampak baik bagi lingkungan dan komunitas.

Bagi Toserbaku, ramah lingkungan dianggap sebagai cara pandang yang menyatukan kreativitas, keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Kesadaran bahwa setiap karya membawa dampak bagi alam, manusia yang terlibat, dan tetangga di sekitarnya.

“Kesadaran ini menjadi fondasi langkah Toserbaku dalam memilih material, merancang produk, dan berkolaborasi,” timpalnya.

Baca Juga: Industri Kopi Indonesia Makin Kompetitif, SCAI Dorong Kolaborasi Hulu-Hilir

Ambil contoh program daur ulang kantong krimer yang dijalankan bersama UMKM Gunung Sindur sejak 2020. Program ini telah mengolah 5,53 ton kantong krimer menjadi lebih dari 25 jenis produk upcycle, seperti totebag, pouch, coaster, hingga furnitur dan cinderamata toko

Kalau dihitung dari 600 SKU produk yang terdapat di Toserbaku, kini sekitar 40% merupakan produk upcycle. Kantong belanja menjadi salah satu produk daur ulang terlaris yang banyak diburu para tetangga Tuku.

Dalam 2 tahun kedepan, Toserbaku akan dikembangkan sebagai wadah kolaborasi yang menghadirkan rangkaian inisiatif baru yang menggabungkan desain dengan keberlanjutan dan storytelling.

Tuku telah menggandeng konten kreator lokal seperti Blasu Studio, Mortier, Stuffo, serta lini fashion bersama 347 homebreaks.

“Eksperimen material baru bersama pengrajin dan inovator lokal tetap menjadi fokus, termasuk pengembangan produk berbahan daur ulang dan material sisa operasional,” tandas Diana.

Rencananya, Toserbaku juga akan menghadirkan program edukasi publik mengenai pemilahan material dan mindful consumption, serta memperluas kolaborasi lintas merek yang menggabungkan kreativitas, fungsi, dan keberlanjutan dalam satu cerita yang utuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News