Tumbuh 13,82%, Dana Kelolaan BPJS Ketenagakerjaan Rp 912,09 Triliun per Maret 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan pada kuartal I-2026 ini.

Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Eko Purnomo mengatakan total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 912,09 triliun per Maret 2026.

"Nilainya tumbuh sebesar 13,82% secara Year on Year (YoY)," katanya kepada Kontan, Selasa (21/4/2026).


Eko menerangkan penempatan investasi masih didominasi instrumen fixed income, terutama Surat Utang Negara (SBN) dan deposito.

Baca Juga: Jumlah Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan Capai 47,2 Juta per Februari 2026

Dia bilang hal itu sejalan dengan ketentuan Peraturan OJK (POJK) 1/2016 dan POJK 36/2016 yang mengamanatkan minimal 50% dana ditempatkan pada SBN.

"Kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga keamanan dan likuiditas dana, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan perlindungan pekerja," tuturnya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan hasil investasi sebesar Rp 14,36 triliun per Maret 2026.

Jika ditelaah berdasarkan data yang sempat disampaikan BPJS Ketenagakerjaan, nilainya mengalami pertumbuhan 16,09%, jika dibandingkan posisi per Maret 2025 yang sebesar Rp 12,37 triliun.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bayarkan Manfaat Program JHT Rp 10,2 triliun per Februari 2026

Eko mengatakan capaian hasil investasi tersebut tak terlepas dari langkah BPJS Ketenagakerjaan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian atau prudent dan penerapan adaptive asset allocation. 

"Capaian itu diraih di tengah kondisi global yang menantang, termasuk meningkatnya tensi geopolitik dan tekanan arus keluar modal asing dari pasar keuangan domestik," ucapnya.

Ke depan, Eko menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai masih kuat dan menarik bagi investor.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Dana Pensiun Kompak Tambah Instrumen Investasi ESG

Dia bilang hal itu menjadi dasar untuk menjaga kinerja investasi tetap optimal sepanjang 2026 demi keberlanjutan dana untuk manfaat kepada masyarakat pekerja Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News