JAKARTA. Walau dua hotel baru milik mereka di Kuta dan Legian belum beroperasi secara resmi, namun budget hotel asal Malaysia, Tune Hotels, kini tengah membidik pasar baru di Indonesia. Targetnya, mereka akan membangun sekitar 5 sampai 7 hotel baru tahun depan. Sendjaja Widjaja, CEO Tune Hotels Regional Services Indonesia mengungkapkan pihaknya kini tengah mencari skema pendanaan yang tepat untuk rencana ekspansi mereka. "Opsinya bisa kita kelola sendiri sebagai operator, mencari investor baru, atau bekerjasama dengan pihak ketiga," kata Sendjaja, Senin (12/10). Sendjaja menambahkan, opsi waralaba pun turut muncul setelah adanya permintaan dari beberapa pihak di Bandung, Medan, dan Semarang. "Tapi semua masih kita akan lihat dari sisi bisnisnya," katanya. Adapun mengenai besarnya investasi untuk pembangunan satu hotel, Sendjaja mengaku belum bisa mengungkapkannya. Namun sebagai gambaran, Tune Hotels menyiapkan sekitar Rp 80 miliar untuk pembangunan kedua hotel di Kuta dan Legian. Saat ini, kedua hotel tengah memasuki tahap akhir penyelesaian pembangunan. "Kami harapkan kedua hotel bisa beroperasi sesuai jadwal, tanggal 6 November untuk hotel di Kuta, dan 15 Desember untuk hotel di Legian," paparnya. Setelah kedua hotel ini, rencana terdekat Tune Hotels adalah menyelesaikan pembangunan hotel di Batam. "Rencananya bulan Mei tahun depan sudah bisa kelar, sesudah itu baru menyusul di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota lainnya," katanya. Target ekspansi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Tune Hotels di Indonesia. “Hingga 2015 kami menargetkan pembangunan 24 hingga 30 hotel di Indonesia dari rencana 200 hotel di seluruh dunia oleh induk kami,” kata Sendjaja. Sendjaja optimistis akan perkembangan Tune Hotels kedepannya. "Orang tinggal bayar apa yang mereka pakai, ngapain kita sediakan kalau tidak dipakai. Selain lebih efisien, cara ini juga ikut mendukung global warming, yaitu dengan mengurangi penggunaan energi secara berlebihan," cetusnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tune Hotels Targetkan 7 Hotel Baru di 2010
JAKARTA. Walau dua hotel baru milik mereka di Kuta dan Legian belum beroperasi secara resmi, namun budget hotel asal Malaysia, Tune Hotels, kini tengah membidik pasar baru di Indonesia. Targetnya, mereka akan membangun sekitar 5 sampai 7 hotel baru tahun depan. Sendjaja Widjaja, CEO Tune Hotels Regional Services Indonesia mengungkapkan pihaknya kini tengah mencari skema pendanaan yang tepat untuk rencana ekspansi mereka. "Opsinya bisa kita kelola sendiri sebagai operator, mencari investor baru, atau bekerjasama dengan pihak ketiga," kata Sendjaja, Senin (12/10). Sendjaja menambahkan, opsi waralaba pun turut muncul setelah adanya permintaan dari beberapa pihak di Bandung, Medan, dan Semarang. "Tapi semua masih kita akan lihat dari sisi bisnisnya," katanya. Adapun mengenai besarnya investasi untuk pembangunan satu hotel, Sendjaja mengaku belum bisa mengungkapkannya. Namun sebagai gambaran, Tune Hotels menyiapkan sekitar Rp 80 miliar untuk pembangunan kedua hotel di Kuta dan Legian. Saat ini, kedua hotel tengah memasuki tahap akhir penyelesaian pembangunan. "Kami harapkan kedua hotel bisa beroperasi sesuai jadwal, tanggal 6 November untuk hotel di Kuta, dan 15 Desember untuk hotel di Legian," paparnya. Setelah kedua hotel ini, rencana terdekat Tune Hotels adalah menyelesaikan pembangunan hotel di Batam. "Rencananya bulan Mei tahun depan sudah bisa kelar, sesudah itu baru menyusul di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan kota lainnya," katanya. Target ekspansi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Tune Hotels di Indonesia. “Hingga 2015 kami menargetkan pembangunan 24 hingga 30 hotel di Indonesia dari rencana 200 hotel di seluruh dunia oleh induk kami,” kata Sendjaja. Sendjaja optimistis akan perkembangan Tune Hotels kedepannya. "Orang tinggal bayar apa yang mereka pakai, ngapain kita sediakan kalau tidak dipakai. Selain lebih efisien, cara ini juga ikut mendukung global warming, yaitu dengan mengurangi penggunaan energi secara berlebihan," cetusnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News